REPORTASEMALANG.COM – Masalah banjir, genangan air, dan kerusakan jalan di sejumlah titik strategis Kota Malang terus menjadi perhatian serius.
Menjawab keluhan warga dan pandangan umum DPRD, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mempercepat penanganan infrastruktur drainase melalui alokasi Belanja Modal dan dukungan proyek internasional.
Pemkot Malang mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan banjir berkepanjangan yang sering melanda kawasan utama seperti Jalan Soekarno-Hatta, Sawojajar, hingga Galunggung.
Hal tersebut disampaikan langsung dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Malang pada Senin, 7 September 2026, dengan agenda Penyampaian Jawaban Wali Kota atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Salah satu fokus utama dalam proyek strategis ini adalah pembangunan jaringan drainase skala besar di titik-titik krusial Kota Malang.
Melalui skema Perubahan APBD 2026, Pemkot Malang menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan alokasi Belanja Modal pada sektor infrastruktur.
Penanganan banjir kali ini dirancang tidak hanya secara lokal, tetapi juga terintegrasi dalam skema National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) yang didukung oleh pendanaan World Bank.
Pemkot Malang merencanakan pembangunan saluran drainase besar sepanjang 1.383 meter di kawasan Jalan Letjen Sutoyo yang nantinya akan dialirkan langsung menuju Sungai Brantas.
Langkah ini diharapkan mampu mengurai penumpukan air hujan yang selama ini memicu genangan di kawasan sekitar.
Selain itu, Pemkot Malang juga akan membangun jaringan drainase di koridor Jalan Bondowoso menuju Kali Metro sepanjang 1.382 meter.
Proyek ini akan menerapkan sistem long storage untuk menampung dan mengatur debit air secara optimal saat curah hujan tinggi, sehingga mengurangi tekanan limpasan air ke jalan raya.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan genangan air, tetapi juga menjaga ketahanan konstruksi jalan agar tidak mudah rusak akibat erosi air hujan.
Pemkot Malang menargetkan pelaksanaan proyek ini dapat segera terealisasi guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi mobilitas masyarakat Kota Malang. (Aris)


