5 September 2026

Universitas Ma Chung Kukuhkan 306 Lulusan, Angkatan Pertama D3 Optometri Lulus 100 Persen

Universitas Ma Chung Kukuhkan 306 Lulusan, Angkatan Pertama D3 Optometri Lulus 100 Persen
Wisuda ke-XVI Universitas Ma Chung

Bagikan :

Reportasemalang — Universitas Ma Chung mengukuhkan sebanyak 306 lulusan Program Magister, Sarjana, dan Diploma dalam Wisuda ke-XVI Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (5/9/2026). Wisuda tahun ini mencatat sejarah dengan diluluskannya angkatan pertama Program Studi D3 Optometri yang meraih kelulusan 100 persen.

Dengan tambahan 306 lulusan tersebut, Universitas Ma Chung kini telah menghasilkan hampir 4.000 alumni yang berkarya di berbagai bidang, baik di dalam maupun luar negeri.

Prosesi Wisuda ke-XVI yang digelar di kampus Universitas Ma Chung, Malang, mengusung tema Fostering Transformative Convergence: Adapting to the World, Advancing the Future. Tema tersebut menekankan pentingnya kemampuan lulusan untuk beradaptasi terhadap perubahan global sekaligus berkontribusi dalam memajukan masa depan.

Sejumlah capaian akademik dan kompetensi turut mewarnai wisuda tahun ini. Lulusan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi berhasil mencapai 3,94 dari skala 4,00.

Selain itu, capaian kompetensi bahasa juga menunjukkan hasil menonjol. Skor HSK Level 6 tertinggi mencapai 253 dari skala 300, sedangkan skor TOEIC tertinggi mencapai 990 dari skala maksimal 990.

Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc memberikan sambutan

Angkatan Pertama D3 Optometri Catat Sejarah

Kelulusan perdana Program Studi D3 Optometri menjadi salah satu catatan penting dalam Wisuda ke-XVI Universitas Ma Chung. Para lulusan angkatan pertama tersebut diproyeksikan menjadi tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang pelayanan kesehatan mata dan optik.

Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.S., M.Sc., mengatakan Program Studi D3 Optometri memiliki peran penting karena keberadaannya masih terbatas, khususnya di Jawa Timur.

“Wisuda ini merupakan momen pertama kali untuk Diploma 3 Optometri Universitas Ma Chung. Di Jawa Timur hanya ada dua kampus, yaitu di Ma Chung dan Akademi Refraksi Optisi (AROS) Surabaya,” ujarnya.

Menurut Stefanus, jumlah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan optometri di Indonesia juga masih terbatas.

“Sedangkan di Indonesia jumlahnya belum sampai 16. Kami sendiri memproses izin pembukaan program studi ini selama delapan tahun, sejak 2015,” katanya.

Ia menjelaskan, lulusan D3 Optometri memiliki peran penting dalam pelayanan di bidang optik dan kesehatan mata. Lulusan yang telah memenuhi kompetensi sebagai refraksionis dapat memberikan pelayanan profesional di optik, termasuk pelayanan yang berkaitan dengan BPJS.

“Perannya sangat penting. Kalau mereka lulus dan memperoleh kompetensi sebagai refraksionis, maka di optik-optik kacamata bisa memberikan pelayanan BPJS. Kebutuhan tenaga seperti ini di Indonesia juga masih sangat banyak,” jelasnya.

Peminat D3 Optometri Terus Meningkat

Stefanus menuturkan, minat masyarakat terhadap Program Studi D3 Optometri Universitas Ma Chung terus mengalami peningkatan.

Pada angkatan pertama, program studi tersebut menerima 11 mahasiswa. Jumlah tersebut kemudian meningkat secara bertahap hingga mencapai hampir 60 mahasiswa pada angkatan terbaru.

“Awalnya angkatan pertama hanya 11 mahasiswa. Kemudian naik dua kali lipat. Sekarang meningkat tiga sampai empat kali lipat. Mahasiswa baru yang masuk sekarang ada 59 orang,” ungkapnya.

Ia menyebut sebagian mahasiswa baru berasal dari perusahaan yang memberikan dukungan pembiayaan pendidikan. Hal itu menunjukkan tingginya kebutuhan tenaga profesional di bidang optik dan perawatan mata.

“Dari perusahaan-perusahaan ada yang mengirim mahasiswa dan membiayai pendidikan mereka karena pentingnya tenaga di bidang optik. Ini bukan hanya berkaitan dengan kacamata, tetapi juga perawatan mata,” katanya.

Universitas Ma Chung, lanjut Stefanus, juga berkomitmen memperkuat pengembangan bidang kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan mata dan penglihatan.

“Waktu MOU dengan wali kota, saya sampaikan bahwa Ma Chung fokus pada bidang kesehatan, terutama mata. Penglihatan sangat penting karena dengan mata manusia dapat melihat dunia dengan baik. Karena itu, kami mendukung program-program baru,” ujarnya.

Sebelum dinyatakan lulus dan mengikuti prosesi wisuda, mahasiswa D3 Optometri harus terlebih dahulu memenuhi standar kompetensi melalui ujian nasional yang diselenggarakan bersama asosiasi perguruan tinggi terkait.

Menurut Stefanus, mahasiswa wajib mengikuti uji kompetensi sebagai bagian dari proses memperoleh sertifikasi profesi.

“Ujiannya melalui asosiasi perguruan tinggi untuk optik Indonesia. Ujiannya bersifat nasional. Kalau lulus, mereka mendapatkan sertifikasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kelulusan uji kompetensi menjadi salah satu syarat sebelum mahasiswa dapat dinyatakan lulus secara resmi dan mengikuti wisuda.

“Harus mengikuti ujian kompetensi dan lulus terlebih dahulu, baru boleh diwisuda dan dinyatakan lulus. Kami bersyukur angkatan pertama langsung lulus 100 persen,” pungkasnya.

Wisuda ke-XVI Universitas Ma Chung menjadi momentum penting bagi kampus tersebut dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki capaian akademik, tetapi juga kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan masyarakat.