5 September 2026

Pemkab Malang Dorong IPM Perluas Kolaborasi, 3.000 Kader Siap Bergerak

Wabub Lathifah terima audiensi dari pengurus IPM Kabupaten Malang.

Bagikan :

REPORTASEMALANG.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mendorong Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Malang untuk terus memperluas kolaborasi dan mengambil peran dalam berbagai program pembangunan daerah.

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, saat menerima audiensi jajaran Pimpinan Daerah IPM Kabupaten Malang di Ruang T Pringgitan, Kamis (3/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum Pimpinan Daerah IPM Kabupaten Malang, Muhammad Damar Ravisya, menyampaikan sejumlah program sekaligus rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musyda) ke-XIII PD IPM Kabupaten Malang yang dijadwalkan berlangsung di Kota Kepanjen pada 25-27 September 2026.

Lathifah menyambut positif keberadaan IPM sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus berkontribusi di tengah masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara IPM dengan Pemkab Malang yang selama ini telah berjalan perlu terus diperkuat. Kolaborasi tersebut antara lain telah menyentuh bidang lingkungan hidup, perlindungan anak hingga keagamaan.

“Sinergi yang sudah terjalin bisa terus dilanjutkan,” kata Lathifah.

Ia juga membuka peluang agar IPM menjalin kerja sama lebih luas dengan perangkat daerah lainnya, termasuk Dinas Pendidikan.

Salah satu yang dapat dikembangkan yakni penyebarluasan informasi mengenai akses pendidikan dan beasiswa bagi pelajar.

Lathifah menilai keberadaan organisasi kepemudaan seperti IPM penting untuk memberikan ruang positif bagi anak-anak muda dalam menyalurkan minat, bakat dan kreativitas mereka.

“Anak-anak muda ini memang perlu ada salah satu contohnya, keberadaan IPM ini sebagai alternatif dan wadah passion dari masing-masing. Saya kira keberadaan anak-anak ini memang perlu didukung oleh pemerintah,” ujarnya.

Punya Tiga Fokus Gerakan

Sementara itu, Muhammad Damar Ravisya menjelaskan bahwa IPM Kabupaten Malang selama ini telah mengembangkan sejumlah program yang menyasar pelajar mulai tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK.

Kolaborasi telah dilakukan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang serta Dinas Lingkungan Hidup.

Dari berbagai program tersebut, IPM kemudian mengembangkan tiga fokus gerakan, yakni lingkungan hidup, dakwah dan advokasi pelajar.

Damar berharap gerakan IPM ke depan tidak hanya berputar di lingkungan Muhammadiyah. Organisasi tersebut ingin memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai pihak sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih banyak pelajar dan masyarakat.

“Harapannya mulai hari ini hingga ke depan terus mengupayakan dapat bergerak keluar tidak hanya di lingkup Muhammadiyah,” tegasnya.

Musyda ke-XIII yang digelar akhir September mendatang menjadi momentum penting bagi IPM Kabupaten Malang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah gerakan pada periode berikutnya.

Forum tersebut juga akan memilih kepemimpinan dan kepengurusan baru.Dengan jumlah kader yang mencapai sekitar 3.000 orang, IPM Kabupaten Malang memiliki basis generasi muda yang cukup besar untuk ikut mengambil peran dalam berbagai agenda sosial dan pembangunan daerah.

Damar berharap sinergi dengan Pemkab Malang dapat terus berlanjut sehingga berbagai program kepemudaan dan pelajar bisa berjalan semakin luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.