Reportasemalang – Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengawali rangkaian puncak peringatan Dies Natalis ke-44 dengan menggelar Jalan Sehat Polinema Prima, Minggu (6/9/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 2.500 peserta tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan keluarga besar Polinema sekaligus memperkuat semangat kampus berdampak melalui pengembangan inovasi.
Peserta jalan sehat berasal dari civitas akademika, mahasiswa, keluarga besar Polinema, alumni, hingga sejumlah peserta dari luar kampus.
Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T., mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan sebagai anugerah yang patut disyukuri.
“Jalan sehat ini untuk membangun kebersamaan sekaligus menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Kesehatan merupakan bagian dari anugerah yang patut kita syukuri bersama. Dengan sehat, kita bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik dan memperoleh banyak kebahagiaan,” ujar Supriatna.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Jalan Sehat Polinema Prima.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada jajaran pimpinan, panitia, tamu undangan, sponsor, serta seluruh pihak yang mendukung sehingga kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan baik.

Supriatna menjelaskan, peringatan Dies Natalis ke-44 merupakan bagian dari rangkaian Pekan Ilmiah Polinema yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Polinema ingin memperkuat pengembangan inovasi yang berorientasi pada konsep kampus berdampak.
Menurutnya, kampus tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, industri, lingkungan, maupun lingkungan internal kampus.
“Salah satu target utama yang ingin kita angkat adalah bagaimana membangun inovasi yang berkaitan dengan kampus berdampak. Kita ingin menggali berbagai ide, gagasan, dan inovasi yang nantinya dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai problematika di masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, secara filosofis konsep kampus berdampak merupakan upaya perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi nyata dan membantu menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitarnya.
“Bagaimana kampus bisa membantu menyelesaikan problematika yang ada di masyarakat, industri, dan sebagainya. Ini yang ingin kita perkuat melalui berbagai kegiatan Dies Natalis dan Pekan Ilmiah Polinema ke-44,” ujarnya.

Menurut Supriatna, kemampuan kampus dalam menjadi problem solver menjadi salah satu kunci keberlanjutan perguruan tinggi.
Dengan menghadirkan solusi dan manfaat nyata, keberadaan kampus diharapkan semakin dibutuhkan oleh masyarakat.
“Ketika kita hadir untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat, tentu kehadiran kampus akan dibutuhkan. Karena itu, kegiatan ini diarahkan untuk mengembangkan inovasi, memberikan dampak, dan membangun keberlanjutan Polinema,” katanya.
Rangkaian Dies Natalis ke-44 Polinema akan berlanjut dengan berbagai agenda ilmiah dan akademik.
Pada 8 September 2026, Polinema dijadwalkan menggelar Rapat Terbuka Senat yang diisi dengan orasi ilmiah serta penyampaian laporan kinerja Polinema selama 2025.
Selain itu, Polinema juga akan menggelar Expo Inovasi pada 8 dan 9 September 2026. Pameran tersebut akan menampilkan berbagai karya dan inovasi mahasiswa yang dikembangkan untuk menjawab persoalan di masyarakat maupun kebutuhan mitra.
Supriatna mengatakan, expo tersebut menjadi ruang untuk memperlihatkan hasil inovasi mahasiswa kepada masyarakat.
Sejumlah karya mahasiswa juga direncanakan diserahkan secara simbolis kepada mitra yang selama ini terlibat dalam penelitian maupun penyelesaian tugas akhir mahasiswa.
“Kita ingin menunjukkan inovasi mahasiswa yang dapat membantu menyelesaikan problematika yang ada di masyarakat dan mitra. Harapannya, karya-karya tersebut benar-benar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya,” katanya.
Ketua Panitia Dies Natalis ke-44 Polinema, Dharmawan Iqbal Akbar, mengatakan rangkaian peringatan sebenarnya telah dimulai sejak Februari 2026.
Kegiatan diawali dengan upacara peringatan Dies Natalis, kemudian dilanjutkan berbagai agenda sepanjang Maret, April, hingga Juni.
Salah satunya adalah penyelenggaraan lomba internasional yang diikuti pelajar dari tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-44 Polinema, Dharmawan Iqbal Akbar
Selain itu, Polinema juga menggelar kegiatan tilik desa di Tulusbesar. Dalam kegiatan tersebut, keluarga besar Polinema memberikan pelatihan pembuatan eco-enzyme kepada masyarakat.
Kegiatan di desa tersebut juga dirangkai dengan gowes yang diikuti keluarga besar Polinema dan alumni menuju Tulusbesar, hiburan, pembagian hadiah, serta sejumlah kegiatan lainnya.
“Jalan Sehat Polinema Prima pada 6 September ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju puncak Dies Natalis ke-44,” ujar Dharmawan.
Pada 10 September 2026, Polinema akan menggelar Rapat Terbuka Senat untuk pengukuhan profesor.
Dharmawan menyebutkan, sekitar tujuh profesor dijadwalkan dikukuhkan dalam kegiatan tersebut. Malam harinya, rangkaian Dies Natalis akan ditutup dengan malam tasyakuran sekaligus pemberian penghargaan Polinema Quality Award.
Penghargaan tersebut diberikan kepada berbagai pihak di lingkungan Polinema, termasuk program studi dan jurusan dengan capaian kinerja serta kualitas terbaik.
Selain itu, Polinema juga memberikan apresiasi kepada mitra yang selama ini berkolaborasi dan memberikan kontribusi terhadap berbagai program kampus.
Lebih lanjut Dharmawan menyebutkan, Jalan Sehat Polinema Prima juga dimeriahkan dengan pembagian berbagai hadiah.
Hadiah utama yang disiapkan panitia berupa tiga sepeda motor, satu sepeda motor listrik, serta tujuh sepeda.Selain itu, tersedia sejumlah hadiah elektronik dan peralatan rumah tangga, seperti kulkas dan mesin cuci.
“Secara keseluruhan, panitia menyiapkan hampir 200 hadiah untuk para peserta,” sebutnya.
Kegiatan tersebut juga diramaikan bazar UMKM yang diikuti pelaku usaha dari luar Polinema maupun sejumlah UMKM yang memiliki keterkaitan dengan lingkungan kampus.


