Reportasemalang – Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan hukum yang diperhitungkan di Indonesia. Berstatus akreditasi Unggul dan telah memperoleh pengakuan internasional, FH UMM juga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi tanpa menempuh jalur skripsi melalui capaian akademik tertentu.
Keunggulan tersebut menjadi salah satu hal yang diperkenalkan kepada 452 mahasiswa baru FH UMM dalam rangkaian Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) 2026 di Ruang Teater Dome UMM, Selasa (8/9/2026).
Dekan FH UMM, Prof. Dr. Tongat, S.H., M.Hum., mengatakan tingginya jumlah mahasiswa baru menunjukkan eksistensi Fakultas Hukum UMM di tengah persaingan pendidikan tinggi hukum.
Tahun ini, FH UMM menerima 452 mahasiswa baru dari jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 1.000 orang. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 400 mahasiswa.
“Mahasiswa baru kita ada 452. Kalau dibandingkan dengan fakultas hukum yang lain, jumlah ini cukup banyak. Apalagi dalam situasi fakultas hukum di perguruan tinggi negeri memiliki banyak jalur penerimaan mahasiswa baru, Fakultas Hukum UMM ini termasuk yang sangat eksis,” ujar Tongat.
Mahasiswa baru FH UMM juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Selain Jawa Timur, sejumlah mahasiswa berasal dari Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Nusa Tenggara Barat.
Prof Tongat menegaskan, kualitas akademik menjadi salah satu kekuatan utama FH UMM. Fakultas Hukum UMM telah mempertahankan status akreditasi A sebanyak lima kali sebelum akhirnya memperoleh konversi menjadi akreditasi Unggul.
“Fakultas Hukum UMM sudah sejak lama memperoleh akreditasi A. Saya sudah mempertahankan akreditasi itu lima kali, termasuk yang terakhir dikonversi menjadi akreditasi Unggul,” ungkapnya.

Tidak hanya mendapatkan pengakuan di tingkat nasional, FH UMM juga telah memperoleh rekognisi internasional melalui akreditasi Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA).
Dengan capaian tersebut, FH UMM memiliki pengakuan kualitas pendidikan baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Dengan demikian, Fakultas Hukum UMM sudah memperoleh akreditasi dan pengakuan baik secara nasional maupun internasional,” katanya.
Saat ini, FH UMM menyelenggarakan Program Studi Sarjana (S1) Hukum dan Program Studi Magister (S2) Hukum. Sementara Program Studi Doktor (S3) Hukum masih dalam proses pengajuan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Selain keunggulan akreditasi, FH UMM juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi melalui jalur selain skripsi.
Mahasiswa dapat memperoleh kesempatan lulus tanpa skripsi apabila memenuhi persyaratan akademik yang telah ditetapkan. Salah satu jalurnya adalah melalui penulisan karya ilmiah yang berhasil dipublikasikan pada jurnal terakreditasi.
Publikasi tersebut dapat dilakukan pada jurnal nasional terakreditasi mulai peringkat Sinta 4 hingga Sinta 1. Selain itu, mahasiswa juga dapat menempuh jalur publikasi melalui jurnal internasional bereputasi, termasuk jurnal yang terindeks Scopus, sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku.
“Kesempatan itu ada. Mahasiswa diberi ruang untuk bisa menyelesaikan kuliah tanpa harus membuat skripsi, salah satunya melalui penulisan karya ilmiah yang dimuat di jurnal terakreditasi,” terang Tongat.
Kebijakan tersebut sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa untuk membangun rekam jejak akademik dan kemampuan menulis karya ilmiah sejak masih menempuh pendidikan sarjana.
Menurut Tongat, Pesmaba menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sistem pendidikan tinggi kepada mahasiswa baru. Mahasiswa perlu memahami sejak awal pola pembelajaran di perguruan tinggi yang berbeda dengan pendidikan di sekolah menengah.
Mahasiswa diperkenalkan dengan sistem pengambilan mata kuliah, perencanaan studi, hingga pentingnya capaian indeks prestasi. Capaian akademik tersebut akan menentukan jumlah mata kuliah yang dapat diprogram pada semester berikutnya.
“Mahasiswa harus bisa merancang kegiatan studinya sejak awal agar bisa cepat lulus dan cepat memperoleh pekerjaan,” imbuhnya.
Melalui Pesmaba 2026, FH UMM berharap mahasiswa baru mampu memahami sistem akademik dan berbagai peluang pengembangan diri sejak awal perkuliahan.
Dengan dukungan status akreditasi Unggul, pengakuan internasional, serta peluang menyelesaikan studi melalui publikasi karya ilmiah, mahasiswa FH UMM diharapkan dapat merancang perjalanan akademiknya secara matang, lulus tepat waktu, dan memiliki daya saing setelah memasuki dunia kerja.


