29 Agustus 2026

Wisuda Ke-73 Polinema: Tak Cuma Siap Kerja, Wisudawan Didorong Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Politeknik Negeri Malang gelar wisuda ke-73 di gedung Graha Polinema, Sabtu 29 Agustus 2026. (Doc. Aris)

Bagikan :

REPORTASEMALANG.COM – Politeknik Negeri Malang (Polinema) terus memperkuat kesiapan lulusan menghadapi dinamika dunia kerja dan industri. Hal itu disampaikan saat menggelar acara Wisuda ke-73 untuk program Magister Terapan, Sarjana Terapan dan Diploma, Sabtu (29/08/2026).

Upaya tersebut dilakukan dengan memperbarui kurikulum secara berkelanjutan, memperkuat kompetensi mahasiswa, hingga mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan sejak bangku kuliah.

Langkah ini dinilai penting mengingat kebutuhan dunia usaha dan industri terus berubah seiring perkembangan teknologi.

Karena itu, Polinema berupaya memastikan kompetensi lulusan tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Berdasarkan evaluasi kampus, tingkat lulusan Polinema yang terserap ke dunia kerja berada di atas 80 persen. Sebagian lulusan lainnya memilih jalur usaha atau melanjutkan aktivitas di bidang lain.

Direktur Polinema, Dr. Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T. (Doc. ARIS)

Direktur Polinema, Dr. Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T. menegaskan, capaian tersebut tidak membuat kampus berhenti melakukan evaluasi.

Menurutnya, pembaruan kurikulum dan proses pembelajaran terus dilakukan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja dan industri.

“Yang penting buat kita adalah secara continue kita harus meng-update apa yang ada di kampus agar lulusan tetap profesional dan sesuai dengan dunia kerja, dunia usaha, dan dunia industri,” ungkap Supriatna.

Selain kompetensi teknis, Polinema juga memberikan perhatian terhadap soft skill, karakter, serta kompetensi abad ke-21.

Penguatan tersebut dilakukan agar mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebutuhan industri.

Proses pembinaan dilakukan sejak mahasiswa memasuki kampus hingga menjelang kelulusan. Evaluasi kurikulum juga dilakukan secara berkala untuk memastikan materi pembelajaran tetap relevan.

Dorong Mahasiswa Jadi Wirausahawan

Tidak hanya diarahkan menjadi tenaga kerja profesional, mahasiswa Polinema juga didorong untuk mengembangkan potensi sebagai wirausahawan.

Acara proses wisuda ke-37 Polinema yang diselenggarakan di Graha Polinema. (Doc. Aris)

Untuk itu, kampus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat, termasuk melalui kegiatan kewirausahaan.

Supriatna menjelaskan, mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang usaha dapat bergabung dalam unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang kewirausahaan.

Program pembinaan tersebut dilanjutkan melalui berbagai pelatihan dan pendampingan. Bahkan, mata kuliah kewirausahaan menjadi bagian wajib di seluruh program studi di Polinema dengan beban minimal dua SKS.

Supriatna juga menambahkan, dukungan juga diberikan melalui program inkubasi bisnis. Mahasiswa yang telah memiliki ide usaha dapat mengajukan proposal untuk mendapatkan pendampingan sekaligus dukungan modal awal dari kampus.

Proposal yang masuk akan melalui proses seleksi untuk melihat kelayakan usaha, rencana penggunaan anggaran, serta potensi pengembangannya.

Mahasiswa yang dinyatakan lolos dapat memperoleh bantuan modal sesuai kemampuan kampus dan kebutuhan yang tercantum dalam proposal.

“Dari para mahasiswa yang sudah punya ide bisnis, mereka bisa mengajukan proposal. Kemudian tim inkubator bisnis akan melihat kelayakan proposal tersebut. Jika layak, kampus akan memberikan modal awal sesuai kemampuan kampus dan proposalnya,” kata Supriatna.

Menurutnya, pogram tersebut diharapkan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar menjalankan usaha secara langsung sejak masih berstatus mahasiswa.

Polinema juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk memasarkan dan memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat.

Produk mahasiswa yang dinilai layak dapat dikembangkan menjadi merchandise maupun produk yang dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan kampus.

Di akhir wawancara, Supriatna menyampaikan bahwa kampus secara rutin menggelar kegiatan pameran atau expo untuk memberikan ruang bagi mahasiswa menampilkan karya dan produk usaha mereka.

Kegiatan tersebut ditargetkan dapat dilaksanakan paling tidak selama empat kali dalam satu tahun.

Selain itu, Polinema juga terus membuka akses informasi mengenai peluang kerja dan rekrutmen bagi lulusan melalui kegiatan jobfair.

“Informasi lowongan pekerjaan disampaikan agar lulusan yang belum bekerja dapat memanfaatkannya untuk mempercepat proses masuk ke dunia kerja”, pungkas Supriatna.

Dengan berbagai program yang dilaksanakan, Polinema menargetkan lulusan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan peluang usaha secara mandiri.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Polinema untuk menjaga relevansi pendidikan vokasi dengan perkembangan dunia kerja, sekaligus membekali mahasiswa dengan kompetensi teknis, soft skill, karakter, dan jiwa kewirausahaan.