28 Agustus 2026

Karhutla di Atas Ranu Kumbolo, 170 Pendaki Dievakuasi dan Jalur Semeru Ditutup Total

Keindahan Danau Ranu Kumbolo menjadikan tempat favorit sebelum pendakian menuju Gunung Semeru. (Ist.)

Bagikan :

Reportasemalang.com, LUMAJANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di Blok Ranu Kembang, Lumajang, hingga Kamis (27/8/2026).

Dampaknya, jalur pendakian Gunung Semeru ditutup total dan sebanyak 170 pendaki di kawasan Ranu Kumbolo dievakuasi.

​Titik api yang berada di atas Ranu Kumbolo menjadi perhatian serius karena berdiri di medan curam yang sulit dijangkau.

Potensi penyebaran kobaran api dinilai sangat membahayakan keselamatan para pendaki.​

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menyampaikan bahwa tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan unsur terkait telah bergerak sejak Kamis pagi untuk mengawal proses evakuasi.

​“Informasi yang kami terima ada 170 pendaki di Ranu Kumbolo. Mereka kami minta segera turun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Isnugroho.​

Seluruh pendaki dilaporkan selamat dan berhasil diarahkan turun hingga Pos 3 jalur pendakian Gunung Semeru.

​“Informasi terakhir, rombongan paling belakang sudah berada di Pos 3 dan dipastikan lolos dari jangkauan api,” lanjutnya.​

TNBTS umumkan penutupan jalur pendakian gunung semeru. (Doc. TNBTS)

Selain mengevakuasi warga dan pendaki, tim gabungan juga menyisir area yang masih dapat dijangkau darat untuk memantau perkembangan titik api sekaligus menyokong rencana pemadaman udara (water bombing).​

Sementara itu, Balai Besar TNBTS resmi memblokir seluruh akses pendakian Gunung Semeru guna memprioritaskan keselamatan pengunjung dan mempercepat penanganan karhutla.

Penutupan total ini berlaku sejak Rabu (26/8/2026) berdasarkan Surat Pengumuman BB TNBTS Nomor PG.20/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan.​

Sebelum peristiwa di Blok Ranu Kembang, kebakaran sempat melanda kawasan Bukit Sentong, Desa Ranupani, pada Selasa (25/8/2026). Namun, titik api di lokasi tersebut dipastikan telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.