Reportasemalang – Politeknik Negeri Malang (Polinema) memperkuat kontribusinya dalam penerapan teknologi tepat guna bagi masyarakat. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), Polinema menghibahkan Rotary Dryer Cerdas berbasis Internet of Things (IoT) kepada UMKM Alir Coffee untuk meningkatkan mutu dan konsistensi pengeringan biji kopi.
Kegiatan bertajuk “Pemanfaatan Rotary Dryer Cerdas Berbasis IoT untuk Meningkatkan Mutu Biji Kopi pada UMKM Alir Coffee”tersebut digelar pada Rabu (26/8/2026).
Program ini merupakan bagian dari PPM Skema Kemitraan Masyarakat yang dirancang untuk menjembatani hasil pengembangan teknologi di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata pelaku usaha, khususnya UMKM.
Teknologi pengeringan menjadi salah satu tahapan penting dalam pengolahan kopi. Proses tersebut berpengaruh terhadap mutu biji kopi karena tingkat kekeringan yang tidak seragam dapat memengaruhi kualitas produk akhir.
Melalui penggunaan Rotary Dryer Cerdas, proses pengeringan biji kopi dapat dilakukan secara lebih teratur dan terkendali dibandingkan metode konvensional. Teknologi tersebut juga dilengkapi sistem IoT yang memungkinkan parameter selama proses pengeringan dipantau dengan memanfaatkan teknologi digital.
Pengendalian proses menjadi penting karena kondisi selama pengeringan dapat menentukan konsistensi hasil. Dengan sistem yang lebih terukur, UMKM Alir Coffee diharapkan mampu menghasilkan biji kopi dengan tingkat kekeringan yang lebih seragam.

Ketua Pelaksana PPM Polinema, Asalil Mustain, S.T., M.T., mengatakan inovasi Rotary Dryer Cerdas berbasis IoT diharapkan menjadi solusi teknologi yang aplikatif bagi UMKM Alir Coffee.
“Melalui inovasi Rotary Dryer Cerdas berbasis IoT, UMKM Alir Coffee diharapkan memiliki alternatif teknologi yang dapat membantu menciptakan proses pengeringan yang lebih efektif dan terkontrol,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga konsistensi kualitas produk kopi yang dihasilkan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata peran Polinema dalam menerapkan hasil inovasi dan pengembangan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM diharapkan mampu menciptakan solusi yang aplikatif serta memberikan dampak positif terhadap pengembangan usaha,” kata Asalil.
Tim PPM Polinema dalam kegiatan tersebut terdiri atas Asalil Mustain, S.T., M.T.; Rosita Dwi Chrisnandari, S.Si., M.Si.; Cucuk Evi Lusiani, S.T., M.T.; Noor Isnaini Azkiya, S.Si., M.Si.; Ernia Novika Dewi, S.T., M.T.; dan Ginanjar Suwasono Adi, S.ST., M.Sc.
Melalui kemitraan dengan UMKM Alir Coffee, Polinema terus mendorong pemanfaatan teknologi yang tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan mutu, efisiensi, dan daya saing produk UMKM.


