29 Agustus 2026

Sambut Mahasiswa Baru, Rektor UNITRI Tekankan Generasi Muda Adaptif dan Berdampak

Sambut Mahasiswa Baru, Rektor UNITRI Tekankan Generasi Muda Adaptif dan Berdampak
Rektor UNITRI menyematkan Jas Almamater kepada Maba

Bagikan :

Reportasemalang –Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menerima sebanyak 825 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026–2027. Penerimaan mahasiswa baru tersebut dikemas melalui kegiatan bertajuk I-Progres Muda: Berintegritas, Melayani, Berkarya yang digelar di GOR UNITRI, Jumat (28/8/2026).

Dari total 1.124 calon mahasiswa yang mendaftar, sebanyak 825 mahasiswa dinyatakan diterima. Sementara itu, sebanyak 680 mahasiswa baru yang telah memenuhi persyaratan administrasi hadir dalam kegiatan penerimaan tersebut.

Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D., mengatakan mahasiswa saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks hingga menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah saja tidak cukup untuk menghadapi perubahan yang berlangsung cepat. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan beradaptasi, termasuk menguasai teknologi informasi secara tepat.

“Tantangan yang akan dihadapi dalam waktu dekat sampai mereka lulus itu akan lebih kompleks. Saya rasa tidak cukup hanya berbekal pengetahuan yang didapatkan di bangku perkuliahan,” ujar Dodi.

Ia menekankan pentingnya mahasiswa membekali diri dengan berbagai pengetahuan tambahan agar lebih sigap merespons kebutuhan dan perubahan di masyarakat.

“Utamanya dengan modal pengetahuan penggunaan teknologi informasi yang tepat, mereka bisa lebih sigap dan lebih adaptif dalam merespons kebutuhan perubahan tersebut,” imbuhnya.

Mahasiswa Baru UNITRI

Prof Dodi juga mengingatkan bahwa mahasiswa tidak lagi cukup hanya menjalani aktivitas akademik di kampus. Perguruan tinggi dituntut untuk menghasilkan lulusan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Menjadi mahasiswa saat ini tidak bisa diam saja karena beban dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi harus mulai memberikan dampak nyata ke masyarakat,” katanya.

Karena itu, UNITRI berupaya merancang berbagai program yang dapat membekali mahasiswa sejak awal agar mampu berkontribusi di tengah masyarakat.

Prof Dodi menjelaskan, I-Progres merupakan bagian dari pencanangan budaya di lingkungan UNITRI. Konsep tersebut mencerminkan nilai-nilai yang diharapkan menjadi karakter mahasiswa selama menjalani pendidikan.

“I” berarti integritas, “P” berarti pelayanan, “Pro” merupakan profesionalisme, “GR” berarti gotong royong, sedangkan nilai terakhir adalah spiritualitas.

Melalui nilai tersebut, UNITRI berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter yang kuat serta kepedulian terhadap masyarakat.

“Harapannya, kami sebagai civitas akademika mampu memberikan yang terbaik untuk mengarahkan mereka agar bisa menjadi mahasiswa yang berkontributif dan memiliki jiwa pelayanan yang profesional,” jelasnya.

Prof Dodi juga mengungkapkan, jumlah pendaftar mahasiswa baru UNITRI sebenarnya telah mencapai lebih dari 1.000 orang. Namun, sebagian mahasiswa baru yang berasal dari Indonesia Timur masih mengalami kendala untuk datang ke Malang.

Ia menyebut terdapat lebih dari 150 mahasiswa baru yang masih tertahan di Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama mereka yang berada di wilayah terdampak gempa.

“Masih ada sekitar 150 lebih mahasiswa baru kita yang masih tertahan di NTT, utamanya di daerah-daerah yang terdampak gempa, belum bisa kembali atau berangkat ke sini,” ungkapnya.

UNITRI, lanjut Prof Dodi, akan berupaya memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa tersebut agar tetap dapat mengikuti proses pembelajaran. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penerapan pembelajaran secara hibrida pada tahap awal.

“Kita akan coba untuk lebih responsif, memberikan fleksibilitas agar mereka tetap bisa sekolah, entah itu seperti hybrid di awal,” katanya.

Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D.

Selain mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, UNITRI juga terus membuka akses bagi mahasiswa internasional. Menurut Prof Dodi, tahun 2026 menjadi tahun kedua UNITRI menerima mahasiswa dari luar negeri.

Sebagian mahasiswa internasional tersebut berasal dari negara-negara yang pernah mengalami krisis, termasuk konflik dan perang saudara seperti Sudan.

Untuk jenjang magister, UNITRI juga berencana memperluas jangkauan penerimaan mahasiswa internasional ke kawasan ASEAN.

“Saya sedang coba lebih agresif ke kawasan ASEAN, karena masih banyak teman-teman di ASEAN sendiri yang masih membutuhkan pendidikan tinggi berkualitas,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Penerimaan Mahasiswa Baru (DPMB) UNITRI, Prof. Dr. Nawir Rasidi, S.T., M.T., menyampaikan bahwa dari 1.124 pendaftar, sebanyak 825 calon mahasiswa diterima pada tahun akademik 2026–2027.

Dari 680 mahasiswa baru yang hadir dan telah memenuhi persyaratan administrasi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menjadi program studi dengan jumlah mahasiswa baru terbanyak, yakni 137 mahasiswa.

Berikut rincian mahasiswa baru UNITRI berdasarkan program studi:

Fakultas Ekonomi

Akuntansi: 59 mahasiswa
Manajemen: 82 mahasiswa

Fakultas Ilmu Kesehatan

S1 Keperawatan: 63 mahasiswa
Profesi Ners: 50 mahasiswa

Fakultas Ilmu Pendidikan

Pendidikan Biologi: 42 mahasiswa
PGSD: 137 mahasiswa
Pendidikan Matematika: 20 mahasiswa

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Administrasi Publik: 45 mahasiswa
Ilmu Komunikasi: 41 mahasiswa

Fakultas Pertanian

Agribisnis: 24 mahasiswa
Agroteknologi: 17 mahasiswa
Peternakan: 26 mahasiswa

Fakultas Teknik dan Teknologi

Arsitektur Lanskap: 8 mahasiswa
Teknik Kimia: 13 mahasiswa
Teknik Sipil: 23 mahasiswa
Teknologi Industri Pertanian: 11 mahasiswa

Program Pascasarjana

Magister Administrasi Publik: 6 mahasiswa
Magister Ekonomi Pertanian: 4 mahasiswa
Magister Manajemen: 9 mahasiswa

Dengan semangat I-Progres, UNITRI berharap mahasiswa baru tidak hanya tumbuh menjadi lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, jiwa pelayanan, profesionalisme, semangat gotong royong, dan landasan spiritual dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat.