Reportasemalang – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menegaskan pentingnya kesinambungan nilai dan budaya organisasi sebagai fondasi utama perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika dan persaingan global. Hal tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan kepada jajaran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Aula Biro Administrasi Umum (BAU), Sabtu (10/1/2026).
Fauzan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM ini menyampaikan bahwa kekuatan institusi pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan formal. Tetapi juga oleh proses pewarisan nilai lintas generasi yang menjaga spirit, etos kerja, serta arah pengembangan sivitas akademika.
“Proses kesinambungan nilai inilah yang menjadi kekuatan fundamental kampus dalam menghadapi perubahan dan kompetisi antar perguruan tinggi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fauzan turut mengulas kebijakan klasterisasi perguruan tinggi yang diterapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ia menyebutkan bahwa UMM termasuk dalam klaster mandiri. Ke depan, perguruan tinggi swasta (PTS) yang masuk klaster tersebut akan diarahkan menjadi PTS unggul mandiri dengan kewenangan yang lebih luas, khususnya dalam pengelolaan program studi dan akreditasi.
Menurutnya, kebijakan tersebut dirancang untuk mempercepat transformasi serta meningkatkan daya saing PTS yang telah memiliki tata kelola yang baik dan berkelanjutan.
“Program khusus bagi PTS klaster mandiri sedang kami siapkan agar memiliki kewenangan yang lebih fleksibel dan berdampak signifikan,” katanya.

Fauzan juga mengapresiasi iklim akademik dan budaya organisasi UMM yang dinilainya kondusif, stabil, serta minim konflik. Ia menilai suasana kampus yang kolaboratif dan nyaman menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan banyak perguruan tinggi lain, baik negeri maupun swasta. Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan karakter UMM yang mengedepankan substansi dan keberlanjutan, bukan sekadar capaian simbolik.
Selain itu, ia menegaskan bahwa program studi merupakan elemen utama dalam penggerak perguruan tinggi. Ketua program studi diposisikan sebagai pemimpin akademik yang bertanggung jawab menjaga keberlanjutan keilmuan, relevansi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia pun mendorong perubahan paradigma perguruan tinggi dari sekadar pusat transfer ilmu menjadi institusi pemberi solusi, sejalan dengan agenda pendidikan tinggi berdampak.
Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyatakan bahwa arahan yang disampaikan Wamendiktisaintek menjadi penguatan strategis bagi UMM dalam menjaga konsistensi nilai, budaya kerja, dan mutu tata kelola kampus. Ia menegaskan komitmen UMM untuk terus beradaptasi dengan kebijakan nasional tanpa meninggalkan karakter dan identitas institusi.
“UMM akan terus menjaga budaya kampus yang sehat, inklusif, dan produktif, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai institusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.