Reportasemalang – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang bersama International Cultural Foundation (ICF) memasuki babak baru kerja sama internasional melalui penyelenggaraan Ethical Site Initiation Ceremony di Kampus II Science Techno Park (STP) UNITRI, Sabtu (18/7).
Kegiatan tersebut menjadi tonggak dimulainya implementasi pengembangan pusat pendidikan internasional yang mengedepankan nilai etika, pelestarian budaya, kepedulian terhadap lingkungan, serta prinsip pembangunan berkelanjutan.
Acara dihadiri langsung oleh perwakilan International Cultural Foundation (ICF), Rektor UNITRI, jajaran wakil rektor, pimpinan universitas, dosen, serta sejumlah tamu undangan.
Kolaborasi UNITRI dan ICF telah terjalin sejak 2023 dan terus berkembang melalui berbagai program akademik lintas negara. Melalui Ethical Site Initiation Ceremony, kedua institusi menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan rencana pembangunan gedung pendidikan yang akan menjadi pusat pembelajaran internasional di lingkungan UNITRI.
Koordinator kegiatan, Rizki Alfian, S.S.Ars., M.Si., mengatakan kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari sinergi yang telah dibangun selama kurang lebih tiga tahun antara UNITRI, Asian Cultural Landscape Association (ACLA), dan International Cultural Foundation (ICF).
“Ethical Site Initiation Ceremony bertujuan menandai dimulainya kerja sama strategis antara UNITRI dan ICF. Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan rencana pembangunan gedung pendidikan sebagai pusat pembelajaran internasional serta menunjukkan komitmen UNITRI terhadap pembangunan yang berlandaskan etika lingkungan, budaya, dan keberlanjutan,” ujarnya.
Menurut Rizki, fondasi kerja sama internasional tersebut telah dimulai sejak penyelenggaraan International Symposium 2024 di Kota Batu yang menghadirkan akademisi dan mitra dari berbagai negara, seperti China, Vietnam, Korea Selatan, dan sejumlah negara lainnya.
Forum tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan sekaligus memperkuat jejaring internasional yang kini diwujudkan melalui pengembangan pusat pendidikan global di UNITRI.
Ia menjelaskan, ruang lingkup kerja sama tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ke depan, keberadaan Sekolah ICF di lingkungan UNITRI diharapkan menjadi pusat pendidikan internasional yang mampu menghubungkan berbagai negara di Asia dengan pendekatan berbasis keberlanjutan.
“Ruang lingkup kerja sama ini meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan berdirinya Sekolah ICF nantinya, kami berharap dapat menghadirkan pendidikan internasional lintas negara yang berkelanjutan,” jelas Rizki.
Melalui kemitraan tersebut, UNITRI menargetkan peningkatan kolaborasi internasional dalam berbagai bidang, mulai dari program akademik, riset kolaboratif, hingga pengembangan pusat studi internasional yang berfokus pada isu lingkungan, budaya, dan pembangunan berkelanjutan.
Kerja sama ini juga membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa Indonesia untuk memperoleh pengalaman belajar di lingkungan internasional. Melalui jejaring ICF, mahasiswa berkesempatan mengikuti program pembelajaran bersama mitra di Vietnam, Thailand, Korea Selatan, dan China.
Adapun implementasi teknis terkait kurikulum, skema pembelajaran, maupun program pertukaran akademik akan dibahas pada tahap lanjutan pengembangan kerja sama.
Dengan terselenggaranya Ethical Site Initiation Ceremony di Kampus II Science Techno Park (STP), UNITRI kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi global. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap tantangan internasional sekaligus tetap berlandaskan nilai etika, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan.


