10 September 2026

Polinema Kukuhkan 7 Guru Besar, Perkuat Kualitas Akademik dan Kepakaran

Foto bersama Direktur Polinema dengan Guru Besar baru Polinema

Bagikan :

Reportasemalang – Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengukuhkan tujuh guru besar baru dari berbagai bidang kepakaran. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya Polinema memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Prosesi pengukuhan berlangsung di Graha Polinema, Kamis (10/9/2026). Bertambahnya tujuh guru besar tersebut membuat jumlah guru besar Polinema meningkat dari 21 menjadi sekitar 28 orang.

Ketujuh guru besar yang dikukuhkan memiliki kepakaran yang beragam dan mencakup sejumlah bidang strategis, mulai dari energi terbarukan, konstruksi, kepemimpinan, pengolahan air limbah, teknologi tenaga surya, sistem pembelajaran hingga otomasi.

  1. Prof. Ir. Mohammad Noor Hidayat, S.T., M.Sc., Ph.D., ranting ilmu kepakaran Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan
  2. Prof. Dr. Ir. Nawir Rasidi, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., ranting ilmu kepakaran Struktur Beton dan Jembatan
  3. Prof. Dr. Dra. Fullchis Nurtjahjani, M.M., ranting ilmu kepakaran Kepemimpinan
  4. Prof. Dr. Ir. Prayitno, M.T., ranting ilmu kepakaran Pengolahan Air Limbah
  5. Prof. Dr. Asrori, S.T., M.T., ranting ilmu kepakaran Konversi Energi Mekanik Berbasis Rekayasa Teknologi Tenaga Surya
  6. Prof. Ir. Yan Watequlis Syaifudin, S.T., M.MT., Ph.D., ranting ilmu kepakaran Sistem dan Teknologi Pendukung Pembelajaran
  7. Prof. Ir. Ika Noer Syamsiana, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., ranting ilmu kepakaran Teknologi Rekayasa Otomasi

Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T. menyampaikan, penambahan tujuh guru besar tersebut menjadi capaian penting dalam perjalanan 44 tahun Polinema. Keberadaan guru besar diharapkan tidak hanya memperkuat struktur akademik, tetapi juga memberikan dampak terhadap peningkatan mutu kampus.

“Guru besar sebagai seseorang yang sudah kita posisikan dalam jabatan akademik tertinggi adalah menjadi agen-agen perubahan, menjadi ujung tombak bagi kemajuan kampus Polinema dari aspek kualitasnya terutama,” ujarnya.

Prosesi pengukuhan Guru Besar Polinema

Menurutnya, semakin banyak guru besar di Polinema diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Para guru besar juga diharapkan menjadi penggerak pengembangan keilmuan sesuai kepakaran masing-masing.

Selain menjalankan peran akademik dan riset, guru besar juga diharapkan menjadi pemimpin bagi dosen-dosen yang berada pada jenjang akademik lebih muda.

“Ini kita harapkan juga akan semakin bisa mengangkat kualitas dari pendidikan, dari penelitian dan pengabdian masyarakat di kampus. Karena bagaimanapun juga kepakarannya sudah tidak perlu diragukan lagi,” katanya.

Ia menambahkan, para guru besar memiliki peran penting dalam membimbing dan mengembangkan dosen yang masih berada pada jenjang jabatan akademik lebih rendah. Dengan demikian, regenerasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia akademik dapat berjalan secara berkelanjutan.

Polinema juga tengah melakukan pemetaan bidang keilmuan untuk mempercepat lahirnya guru besar baru. Langkah tersebut diarahkan untuk mengisi bidang-bidang keilmuan yang masih membutuhkan penguatan.

“Kita sedang lakukan mapping percepatan agar peta ini bisa semakin banyak yang terisi. Kelengkapan bidang keilmuan dengan jumlah guru besar yang jauh lebih banyak ini akan menjadi penguatan untuk kampus kita ke depan,” jelasnya.

Dengan penguatan jumlah dan kepakaran guru besar, Polinema menargetkan peningkatan kualitas institusi yang pada akhirnya turut berdampak pada mutu lulusan.

Upaya tersebut diharapkan membentuk rantai pengembangan akademik yang berkelanjutan. Dosen yang memiliki potensi dan telah berada pada jenjang lektor kepala akan terus didorong untuk mengembangkan kepakarannya hingga mencapai jabatan akademik guru besar.

Dengan demikian, penambahan tujuh guru besar bukan hanya menjadi pencapaian individual para akademisi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi Polinema memperkuat ekosistem akademik dan menghasilkan lulusan yang semakin berkualitas.