Reportasemalang – Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Politeknik Negeri Malang (Polinema) menghadirkan inovasi digital untuk mengenalkan potensi pariwisata melalui Game Jelajah Malang.
Permainan tersebut dipamerkan dalam Expo Pameran Inovasi Berdampak Karya Mahasiswa di Graha Polinema, Malang, Rabu (9/9/2026). Melalui permainan ini, pengunjung diajak menentukan rute perjalanan menuju sejumlah destinasi wisata dengan mempertimbangkan jalur yang dipilih.
Dosen Program Studi UPW Polinema, Eri Widiyanto, S.Pd., M.Sc., mengatakan permainan tersebut diprakarsai mahasiswa dengan bimbingan dosen sebagai upaya menghadirkan pengalaman perjalanan wisata dalam bentuk yang lebih interaktif.
Menurutnya, konsep permainan disesuaikan dengan keilmuan mahasiswa UPW yang berkaitan langsung dengan perjalanan wisata.
“Karena prodinya Usaha Perjalanan Wisata, kita akan memberikan sesuatu yang menarik bagi pengunjung booth kami. Salah satunya adalah Jelajah Malang ini yang terkait dengan perjalanan,” ujarnya.
Dalam permainan tersebut, pemain seolah-olah memulai perjalanan dari Graha Polinema menuju sejumlah destinasi wisata. Pemain kemudian harus menentukan jalur perjalanan yang dinilai paling tepat dan optimal.
“Seumpama wisatawan dari Graha Polinema menuju ke beberapa destinasi yang ada di Kota Malang, maka dia harus memilih rute seperti apa. Di sinilah pengetahuan dari wisatawan dan menariknya sebuah game untuk memberikan nuansa perjalanan wisata di Kota Malang,” katanya.
Game Jelajah Malang menghadirkan empat destinasi sebagai titik perjalanan, yakni Kayutangan Heritage, Alun-Alun Malang, Kampung Warna-Warni Jodipan, dan Museum Brawijaya.
Setiap titik destinasi memiliki nilai 100 poin. Dengan empat titik yang harus dituju, pemain dapat memperoleh nilai maksimal hingga 400 poin.
Eri menjelaskan, permainan tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan uji coba. Saat ini, Game Jelajah Malang baru dapat dimainkan di booth UPW Polinema.
Meski demikian, antusiasme pengunjung terhadap permainan tersebut cukup tinggi. Berdasarkan data absensi, sekitar 300 siswa dari Malang Raya mengunjungi booth UPW Polinema dan mencoba permainan itu.
“Alhamdulillah antusiasmenya luar biasa sekali. Kemarin ada undangan dari siswa-siswi se-Malang Raya dan kunjungan di booth kami untuk melihat maupun melakukan permainan ini sekitar 300 orang,” ujarnya.

Ke depan, permainan tersebut berpeluang dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan detail rute, jarak perjalanan, ikon, foto, serta sejumlah destinasi wisata lain.
UPW Polinema juga membuka peluang pengembangan melalui kerja sama dengan berbagai moda transportasi, seperti Trans Malang, Trans Jatim, maupun Macito. Permainan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk sebagai aktivitas selama menunggu atau melakukan perjalanan.
“Kami berupaya untuk bisa mengembangkan keilmuan kami agar bermanfaat bagi masyarakat, khususnya Kota Malang,” kata Eri.
Sementara itu, Dosen UPW Polinema Kartika Windrajanti mengatakan Game Jelajah Malang merupakan salah satu bentuk upaya mahasiswa menggabungkan pengetahuan pariwisata dengan perkembangan teknologi.
Permainan tersebut tidak sekadar mengajak pemain mengenal destinasi, tetapi juga memberikan informasi perjalanan dengan memanfaatkan teknologi digital, termasuk Google Maps API.
Melalui teknologi tersebut, pemain dapat memperoleh informasi mengenai jarak, rute, hingga estimasi waktu perjalanan. Aktivitas bermain pun sekaligus menjadi sarana untuk memahami karakter perjalanan dan mengenal berbagai destinasi wisata di Malang.
“Jadi pemain tidak hanya bermain, tetapi secara tidak langsung juga mengenal dan mendapatkan informasi tentang berbagai destinasi wisata di Malang,” ujar Kartika.
Menurutnya, pendekatan berbasis permainan dapat menjadi salah satu cara menarik untuk memperkenalkan potensi wisata kepada masyarakat, terutama generasi muda yang semakin dekat dengan teknologi digital.
Kartika berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai karya yang dipamerkan dalam expo, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi media alternatif promosi destinasi sekaligus sarana edukasi wisata yang interaktif.
“Harapannya, permainan ini bisa menjadi media yang menarik untuk memperkenalkan potensi wisata Malang, terutama kepada generasi muda,” katanya.
Kehadiran Game Jelajah Malang menjadi bagian dari perjalanan perkembangan Program Studi Sarjana Terapan UPW Polinema. Tahun ini, program studi tersebut juga mencatat tonggak sejarah dengan melahirkan lulusan perdana.
Sebanyak 43 lulusan UPW dikukuhkan bersama 469 wisudawan Polinema dalam Wisuda ke-73 yang digelar di Graha Polinema pada Sabtu (29/8/2026).
Program studi UPW sendiri tahun ini melahirkan 45 lulusan perdana Sarjana Terapan Usaha Perjalanan Wisata.
Kehadiran lulusan perdana dan inovasi seperti Game Jelajah Malang menunjukkan proses pendidikan UPW Polinema, mulai dari pembelajaran hingga pengembangan kreativitas mahasiswa sebelum memasuki dunia industri.
Bagi UPW Polinema, pengembangan sumber daya manusia pariwisata tidak hanya diarahkan agar siap bekerja, tetapi juga mampu membaca perubahan zaman dan menciptakan inovasi.
Game Jelajah Malang menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih interaktif, informatif, dan dekat dengan generasi muda.


