26 Juli 2026

IKA Kimia UB Perkuat Sinergi dengan Kampus, Siapkan Lulusan Berdaya Saing Tinggi untuk Dunia Industri

IKA Kimia UB Bekali Mahasiswa Soft Skills dan Kompetensi Industri Sejak Kuliah
Ketua IKA Kimia Fakultas STeM UB, Yudiono, S.Si.

Bagikan :

Reportasemalang – Ikatan Alumni (IKA) Kimia Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (STeM) Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat kolaborasi dengan kampus untuk mencetak lulusan yang unggul secara akademik sekaligus siap menghadapi tantangan dunia industri. Berbagai program pembinaan, pelatihan, hingga forum berbagi pengalaman digelar sebagai upaya menjembatani kebutuhan pendidikan dengan perkembangan pasar kerja.

Ketua IKA Kimia Fakultas STeM UB, Yudiono, S.Si., mengatakan peluang karier lulusan Kimia UB sangat luas karena kompetensi ilmu kimia dibutuhkan di hampir seluruh sektor industri.

“Lulusan Kimia tidak hanya berkarier di industri kimia. Hampir semua sektor membutuhkan kompetensi mereka karena proses produksi modern tidak bisa dilepaskan dari ilmu kimia,” ujar Yudiono.

Menurutnya, industri pangan, pertanian, peternakan, manufaktur, hingga industri berbasis material membutuhkan tenaga profesional yang memahami karakteristik bahan, proses produksi, serta pengendalian mutu.

Ia menambahkan, industri pengolahan makanan, cat, ban, furnitur, dan berbagai sektor manufaktur lainnya terus membuka peluang bagi lulusan Kimia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Meski demikian, Yudiono menilai masih banyak mahasiswa yang belum memiliki gambaran utuh mengenai dunia kerja. Oleh karena itu, IKA Kimia UB berkomitmen menghadirkan informasi yang lebih dekat dengan realitas industri agar mahasiswa dapat mempersiapkan diri sejak masih menempuh pendidikan.

“Alumni memiliki pengalaman langsung di dunia kerja. Pengalaman itu kami bagikan agar mahasiswa memahami profesi yang bisa mereka tekuni, kompetensi yang dibutuhkan perusahaan, hingga tantangan yang akan dihadapi setelah lulus,” katanya.

Salah satu program yang rutin diselenggarakan adalah Ngobrol Bersama Alumni, forum yang mempertemukan mahasiswa dengan alumni yang telah berkarier di berbagai perusahaan nasional maupun multinasional. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat berdiskusi langsung mengenai pengalaman profesional sekaligus memperluas wawasan tentang dinamika dunia kerja.

Selain penguasaan ilmu pengetahuan, Yudiono menekankan pentingnya pengembangan soft skills sebagai bekal memasuki dunia industri. Kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, hingga manajemen menjadi kompetensi yang kini banyak dicari perusahaan.

“Penguasaan ilmu menjadi modal utama, tetapi kemampuan memimpin, berkomunikasi, dan bekerja dalam tim sering kali menjadi pembeda ketika seseorang memasuki dunia industri,” ungkapnya.

IKA Kimia UB juga menyelenggarakan berbagai pelatihan kompetensi secara gratis bagi mahasiswa. Salah satu program unggulannya adalah pelatihan Sistem Manajemen Mutu yang menghadirkan alumni berpengalaman sebagai auditor, trainer, dan praktisi industri.

Ke depan, pelatihan tersebut akan diperluas dengan materi yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja, seperti sistem manajemen lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta sistem jaminan produk halal.

Melalui sinergi yang berkelanjutan antara alumni dan kampus, Yudiono berharap lulusan Kimia UB mampu menjadi sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kompetensi profesional, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan berbagai sektor industri.

“Sinergi alumni dan kampus harus terus diperkuat agar lulusan Kimia UB memiliki daya saing tinggi dan mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang,” pungkasnya.