Reportasemalang, MALANG – Universitas Widya Karya (UWK) memperkuat kompetensi mahasiswa menghadapi perkembangan dunia kerja dan bisnis global melalui penguasaan bahasa Mandarin. Komitmen tersebut ditandai dengan digelarnya Gebyar Mandarin sekaligus peresmian Mandarin Club UWK, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan bertajuk “From Ni Hao to New Opportunities” tersebut menghadirkan penulis sekaligus pemerhati Tiongkok, Dr. Novi Basuki, sebagai narasumber utama.
Acara diikuti sivitas akademika UWK dan dihadiri siswa SMA, mitra industri, perbankan, pengusaha, organisasi masyarakat, serta media.
Ketua Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Katolik Adisucipto (YPTKA), Budi Santoso Djaja, S.H., M.M., mengatakan perguruan tinggi perlu semakin terbuka terhadap kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Menurutnya, kemampuan akademik dan penguasaan bahasa harus dapat diterjemahkan menjadi kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Kami ingin memosisikan diri sebagai pelayan bagi kebutuhan dunia industri. Kami ingin mendengarkan apa yang industri butuhkan, tantangan apa yang sedang dihadapi, dan tenaga kerja seperti apa yang diperlukan. Tugas institusi pendidikan adalah menyiapkan talenta dan memberikan solusi yang relevan untuk mendukung perkembangan tersebut,” ujarnya.
Ia mengatakan, keterlibatan dunia industri diperlukan agar mahasiswa dan lulusan memiliki ruang untuk belajar, berkembang, dan mengabdikan kompetensinya.
“Kami membutuhkan keterlibatan dunia industri agar mahasiswa dan lulusan memiliki ruang untuk belajar, bertumbuh, dan mengabdi. Pada saat yang sama, universitas harus mampu menyiapkan tenaga muda yang tangguh, siap memasuki dunia kerja, serta memiliki karakter yang baik,” katanya.
Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui pengembangan pola pendidikan yang lebih adaptif, termasuk kelas pekerja dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). UWK juga memperkuat kolaborasi dengan perbankan dan berbagai mitra untuk membuka akses pendidikan yang lebih fleksibel bagi masyarakat.
Rektor Universitas Widya Karya, Prof. Dr. Ir. Aloisiyus Maria Kukuk Yudiono, M.S., mengatakan perkembangan Tiongkok sebagai salah satu kekuatan ekonomi dan ilmu pengetahuan dunia perlu menjadi perhatian kalangan akademisi dan mahasiswa Indonesia.
Menurutnya, penguasaan bahasa Mandarin dapat menjadi kompetensi tambahan bagi mahasiswa selain kemampuan utama sesuai bidang studinya.
“Karena itu, mahasiswa perlu mulai mempelajari bahasa Mandarin. Kemampuan tersebut dapat menjadi kompetensi tambahan yang melengkapi keahlian utama sesuai bidang studi masing-masing,” tandasnya

Pandangan tersebut sejalan dengan materi yang disampaikan Dr. Novi Basuki dalam Gebyar Mandarin. Ia menilai kemampuan bahasa Mandarin semakin relevan bagi mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi di tengah perkembangan dunia kerja dan bisnis global.
“Penguasaan bahasa Mandarin dapat menjadi nilai tambah bagi lulusan universitas, karena tidak hanya membuka akses komunikasi yang lebih luas, tetapi juga memperbesar peluang dalam dunia kerja, bisnis, pendidikan, dan jejaring internasional,” ujar Dr. Novi Basuki.
Ia menambahkan, mahasiswa perlu mempersiapkan diri tidak hanya melalui kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan bahasa dan pemahaman lintas budaya.
Menurutnya, pemahaman tersebut dapat membantu mahasiswa menghadapi lingkungan profesional yang semakin terhubung secara global.
“Peresmian Mandarin Club menjadi bagian dari upaya UWK menjadikan pembelajaran bahasa Mandarin lebih dekat dengan pengalaman mahasiswa dan dunia profesional,” imbuhnya.
Gebyar Mandarin dikemas secara interaktif melalui penampilan Barongsai, Mandarin Sing Performance, sesi bersama Dr. Novi Basuki, Rapid Fire Q&A, Java Dampit Coffee Session, permainan “Mandarin is Fun – 5 Kata Ajaib”, Mandarin Sing Along, hingga sesi kebersamaan bersama komunitas.
Kehadiran berbagai unsur eksternal kampus juga membuat kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembelajaran bahasa di ruang kelas.
Melalui Mandarin Club, mahasiswa didorong untuk mengenal bahasa dan budaya Tiongkok sekaligus memperluas perspektif mengenai peluang pendidikan, pekerjaan, bisnis, dan jejaring internasional.
Bahasa membuka komunikasi, komunikasi membuka jejaring, dan jejaring dapat membuka peluang baru.
Dengan semangat tersebut, UWK berharap Mandarin Club dapat berkembang menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan pendidikan, bahasa, budaya, industri, dan kesempatan global.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen UWK dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.


