19 September 2026

FSTeM UB Dorong Dosen dan Tendik Petakan Aktivitas Berbasis SDGs

Sosialisasi Sustainable Development Goals (SDGs)

Bagikan :

Reportasemalang, MALANG – Fakultas Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) mulai memperkuat penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) dengan mendorong dosen dan tenaga kependidikan (tendik) memetakan setiap aktivitas mereka sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Upaya tersebut dilakukan melalui Sosialisasi SDGs yang diikuti dosen dan tendik FSTeM UB, Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini diarahkan untuk membangun pemahaman bahwa berbagai aktivitas akademik maupun nonakademik di lingkungan fakultas pada dasarnya memiliki keterkaitan dengan 17 tujuan SDGs.

Dekan FSTeM UB, Prof. Ir. Sukir Maryanto, S.Si., M.Si., Ph.D., mengatakan penerapan SDGs di tingkat fakultas merupakan bagian dari upaya menyelaraskan program pemerintah, kementerian, dan universitas hingga ke unit kerja terkecil.

“SDGs ini merupakan program pemerintah. Jadi, kami di fakultas sebenarnya menyinkronkan program dari pemerintah pusat, kementerian, dan universitas hingga berada di unit terkecil, yaitu fakultas,” ujar Sukir.

Menurutnya, dosen dan tendik tidak perlu membuat aktivitas khusus hanya untuk memenuhi indikator SDGs. Sebaliknya, berbagai pekerjaan yang selama ini telah dilakukan perlu diidentifikasi dan dikaitkan dengan tujuan SDGs yang relevan.

“Bapak dan Ibu bisa mengidentifikasi, kira-kira pekerjaan saya itu cocok dengan SDGs berapa dan berada di mana. Kami ingin membuat suatu sistem sehingga aktivitas atau pekerjaan yang sesuai dengan SDGs dapat dilaporkan secara berkala,” katanya.

Ia mencontohkan aktivitas pendidikan yang secara langsung berkaitan dengan SDGs pendidikan. Sementara kegiatan pengabdian masyarakat maupun penelitian dapat memiliki keterkaitan dengan tujuan lain, bergantung pada topik yang dikerjakan.

Penelitian mengenai energi panas bumi, misalnya, dapat dikaitkan dengan SDGs yang berkaitan dengan energi. Riset mengenai penginderaan jauh dan perubahan iklim juga dapat dikaitkan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang berkaitan dengan aksi iklim.

Demikian pula kegiatan pengabdian masyarakat mengenai pangan alternatif dapat memiliki keterkaitan dengan isu kesehatan, ketahanan pangan, kesejahteraan, hingga upaya peningkatan taraf hidup masyarakat.

“Semua aktivitas kita mestinya terkorelasi dengan SDGs. Hanya saja, terkadang kita tidak sadar bahwa aktivitas tersebut memang memiliki korelasi dengan SDGs,” jelas Sukir.

Dekan FSTeM UB, Prof. Ir. Sukir Maryanto, S.Si., M.Si., Ph.D.

FSTeM UB selanjutnya mendorong agar pemetaan tersebut menjadi bagian dari pola pelaporan rutin. Dengan demikian, ketika diperlukan penyusunan laporan SDGs, data kegiatan sudah tersedia 

Selain pencatatan internal, Prof Sukir menekankan pentingnya publikasi berbagai aktivitas fakultas kepada masyarakat. Penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun kegiatan akademik lainnya dinilai perlu disampaikan secara luas agar manfaatnya dapat diketahui dan dirasakan masyarakat.

“Ketika ada aktivitas pengabdian, penelitian, publikasi, dan sebagainya, silakan disampaikan kepada masyarakat supaya dampaknya lebih luas terasa,” tuturnya.

Prof Sukir menambahkan, FSTeM UB sebenarnya telah memiliki berbagai program yang sejalan dengan SDGs. Sejumlah aktivitas penelitian di bidang energi, kesehatan, dan lingkungan menjadi contoh kegiatan yang memiliki keterkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Mulai tahun sebelumnya, FSTeM UB juga mulai menyesuaikan mekanisme kegiatan dan pelaporan dengan kebutuhan pemetaan SDGs. Sosialisasi kepada dosen dan tendik diharapkan dapat memperkuat pemahaman tersebut sehingga SDGs tidak hanya menjadi bagian dari pelaporan, tetapi juga masuk dalam pola pikir seluruh pemangku kepentingan fakultas.

“Sudah ada wadahnya, tinggal bagaimana pelaporannya dilakukan secara natural. Di fakultas kita sebenarnya sudah banyak aktivitas yang terkait dengan SDGs. Program-program kita juga sudah mengarah ke sana,” pungkasnya.