17 September 2026

Pendarahan Jadi Alarm, Neni Jalani Operasi Kanker Serviks dengan Dukungan JKN

Pendarahan Jadi Alarm, Neni Jalani Operasi Kanker Serviks dengan Dukungan JKN
Ardianing Timur

Bagikan :

Reportasemalang, MALANG — Keluhan sakit perut yang disertai pendarahan menjadi alarm bagi Ardianing Timur (42), atau yang akrab disapa Neni, untuk segera memeriksakan kondisi kesehatannya. Tak disangka, hasil pemeriksaan dokter mengungkap adanya kanker serviks stadium satu.

Neni mengaku awalnya tidak menyangka keluhan yang dialaminya berkaitan dengan penyakit serius. Namun, ia memilih tidak menunda pemeriksaan ketika rasa sakit dan pendarahan mulai dirasakan.

“Saat itu saya mencoba berobat dan setelah diperiksa dokter, saya didiagnosis kanker serviks stadium satu. Kemudian saya dirujuk ke rumah sakit di Malang untuk menjalani operasi angkat rahim,” ujar Neni, Kamis (27/8).

Setelah mendapatkan pemeriksaan dan penanganan awal, Neni melanjutkan pengobatan di Kota Malang. Berdasarkan pertimbangan bersama dokter, ia memilih menjalani perawatan di RS Lavalette Malang.

“Saya waktu itu diberi pilihan untuk ke Malang atau Surabaya. Saya memilih Malang karena dokter juga lebih menyarankan untuk ke Malang,” ungkapnya.

Sesampainya di RS Lavalette, Neni menjalani pemeriksaan serta persiapan sebelum tindakan operasi. Proses tersebut berlangsung relatif cepat. Dua hari setelah menjalani kontrol, ia dapat menjalani operasi pengangkatan rahim.

Di tengah kekhawatiran menghadapi operasi, pelayanan yang diterimanya menjadi salah satu hal yang membuat Neni dan keluarga merasa lebih tenang. Terlebih, seluruh proses pelayanan kesehatan dijalani sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Pelayanan rumah sakit sangat baik dan cepat. Masa penyembuhan saya juga cukup baik. Yang paling membuat saya lega, selama menjalani pelayanan sebagai peserta JKN saya tidak dikenakan biaya pelayanan yang menjadi tanggungan sesuai ketentuan. Saya sangat bersyukur dan terbantu,” tuturnya.

Pengalaman tersebut membuat Neni merasakan langsung manfaat kepesertaan JKN ketika menghadapi kondisi kesehatan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Menurutnya, JKN memberikan rasa aman karena ia dapat menjalani pemeriksaan hingga tindakan medis sesuai kebutuhan tanpa harus memikirkan biaya yang dijamin program.

Neni berharap Program JKN terus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan pada kondisi tubuh.

“Kalau ada keluhan yang tidak biasa, jangan takut untuk segera periksa. Saya sendiri tidak menyangka sakit perut dan pendarahan ternyata menjadi tanda penyakit yang serius,” pesannya.

Bagi Neni, pengalaman menghadapi kanker serviks menjadi pengingat bahwa kesehatan perlu dijaga sejak dini. Ia juga menilai perlindungan kesehatan melalui kepesertaan JKN penting untuk dipersiapkan.

“Sekarang saya semakin sadar bahwa kesehatan itu sangat berharga. Selagi sehat, kita harus menjaga diri dan memastikan JKN tetap aktif. Karena kita tidak pernah tahu kapan membutuhkan pelayanan kesehatan,” pungkas Neni.