13 September 2026

Berani Lepas Zona Nyaman Perbankan, Citra Ayuna Sukses Garap Bisnis Souvenir dan Kos di Malang

Citra Ayuna Agustin, saat berada di tempat usahanya "Deswan Kost". (Doc. Aris)

Bagikan :

MALANG, Reportasemalang.com — Mengorbankan karier stabil yang telah dibangun selama lebih dari satu dekade bukanlah keputusan mudah.

Langkah berani ini diambil oleh Citra Ayuna Agustin, seorang mantan pegawai bank yang memilih melepas zona nyamannya untuk memfokuskan diri mengembangkan deretan unit bisnis di Kota Malang, Jawa Timur.

Berbekal pengalaman belasan tahun di industri finansial, Citra mentransformasi keahlian manajemen keuangan dan pelayanan nasabah menjadi fondasi utama dalam mengelola usahanya, mulai dari bisnis souvenir custom hingga properti indekos.

Garap Sektor Souvenir hingga Hunian Indekos

Display aneka souvenir dari Desouvenir Malang. (Foto: Aris)

Lewat bendera Desouvenir Malang, Citra merambah industri souvenir yang melayani pasar pernikahan, korporasi, hingga kebutuhan perjalanan ibadah haji dan umrah.

Mengingat tren souvenir yang dinamis, ia menekankan pentingnya fleksibilitas produk dan estetika pengemasan.

Selain itu, ia melengkapi lini usaha pernikahan melalui Deserra, layanan mahar dan seserahan berkonsep premium.

Galeri Deserra Seserahan by Desouvenir Malang. (Foto: Aris)

Di sektor properti, Citra mengembangkan Deswans, brand hunian indekos yang dirancang sesuai kebutuhan mahasiswa dan pekerja di Malang.

Menariknya, bisnis indekos bukan hal baru baginya. Saat masih aktif di dunia perbankan, ia sempat terlibat dalam program sosialisasi sistem pembayaran digital (Smart Billing) bagi para pemilik kos.

Strategi Finansial: “Hindari Perang Harga

Suasana interior salah satu kamar ‘Deswans Kost’. (Foto: Aris)

Berbeda dari pelaku usaha yang kerap menggunakan strategi banting harga, Citra memilih fokus pada nilai tambah (added value) dan kesehatan arus kas (cash flow).

“Persaingan dalam usaha pasti ada. Saya lebih memilih bagaimana produk dan layanan yang kami punya terus berkembang. Kalau hanya berfokus menjadi yang paling murah, menurut saya akan sulit membangun usaha untuk jangka panjang,” ujar Citra saat ditemui di Malang, Sabtu (12/9/2026).

Bagi Citra, indikator keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari lonjakan omzet belaka, melainkan dari kedisiplinan pengelolaan modal kerja dan efisiensi operasional.

“Sekarang bidangnya memang berbeda, tetapi prinsipnya masih sama. Kita berhadapan dengan orang dan membangun kepercayaan. Jadi pelayanan tetap menjadi hal yang sangat penting. Bagi saya, yang terpenting adalah usaha bisa sehat dan terus berkembang dalam jangka panjang,” pungkasnya.