Reportasemalang – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) menyampaikan klarifikasi terkait insiden seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran UB yang jatuh dari gedung Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) UB, Kamis (10/9/2026) pagi.
Saat ini, mahasiswa tersebut masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Saiful Anwar Malang.
Ketua Program Studi Sarjana Kedokteran FK UB, dr. Hanif, M.Biomed., Sp.An., mengatakan pihak fakultas telah melakukan penelusuran informasi dalam lingkup institusi.
Penelusuran tersebut dilakukan, salah satunya, untuk memastikan berbagai narasi yang berkembang di masyarakat, termasuk isu yang mengaitkan insiden tersebut dengan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2MABA).
FK UB memastikan informasi mengenai adanya tekanan selama PK2MABA maupun persoalan ketidaklulusan kegiatan tersebut tidak benar.
Pihak fakultas telah berkoordinasi dengan Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan untuk melakukan klarifikasi terhadap informasi yang beredar.
Menurut Hanif, mahasiswa tersebut memang pernah tercatat tidak hadir dalam salah satu kegiatan PK2Maba pada tahun sebelumnya. Namun, ketidakhadiran tersebut telah diganti dan seluruh prosesnya telah diselesaikan.
“Jadi bukan mengulang PK2MABA, tetapi hanya mengganti ketidakhadiran, dan itu sudah clear, sudah selesai. Yang bersangkutan dinyatakan lulus PK2MABA dan tidak ada kaitan apa pun dengan itu,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Rektorat UB, Jumat (11/9/2026).
Dengan demikian, FK UB menyatakan tidak menemukan indikasi yang menghubungkan insiden tersebut dengan persoalan selama kegiatan PK2MABA, baik di tingkat universitas maupun fakultas.
Selain aspek kemahasiswaan, FK UB juga melakukan penelusuran terhadap kondisi akademik mahasiswa yang bersangkutan.
Dari hasil penelusuran internal, pihak fakultas memastikan tidak ditemukan persoalan akademik maupun tekanan dalam proses pendidikan.
“Dari sisi akademik, perjalanan akademik yang bersangkutan, prestasinya, kehadirannya, dan sebagainya, semuanya dalam kondisi baik. Tidak ada hal yang mengarah kepada kesulitan maupun tekanan,” katanya.
Hanif juga menegaskan tidak ditemukan adanya tekanan yang berasal dari kakak tingkat, dosen, maupun lingkungan akademik berdasarkan informasi yang dihimpun dalam lingkup institusi.
Mahasiswa tersebut disebut memiliki catatan kehadiran dan prestasi akademik yang baik. Bahkan, indeks prestasi kumulatif (IPK) mahasiswa tersebut mencapai 3,8.
“IPK beliau 3,8. Jadi bukan mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam pendidikan. Kami optimistis dan yakin bahwa dalam hal akademik, pendidikan, maupun kemahasiswaan, yang bersangkutan tidak ada masalah,” ujarnya.
FK UB menegaskan klarifikasi yang disampaikan hanya berkaitan dengan aspek institusional, akademik, dan kemahasiswaan.
Sementara informasi lain di luar kewenangan institusi pendidikan tidak disampaikan kepada publik sebagai bagian dari upaya menjaga privasi mahasiswa dan keluarganya.
“Kami berusaha untuk menjaga privasi, baik dari yang bersangkutan maupun keluarga. Sebatas itu yang dapat kami sampaikan. Dalam hal institusi, akademik, dan kemahasiswaan, semuanya clear, tidak ada masalah,” katanya.
FK UB berharap masyarakat tidak menyimpulkan penyebab insiden berdasarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap menghormati privasi mahasiswa serta keluarganya selama proses perawatan berlangsung.


