20 September 2026

Dihadiri Konjen Tiongkok, CHIFEST 2026 Universitas Ma Chung Berlangsung Meriah

Dihadiri Konjen Tiongkok, CHIFEST 2026 Universitas Ma Chung Berlangsung Meriah
Konjen Tiongkok Ye Su hadiri gelaran Chifest 2026 Universitas Ma Chung

Bagikan :

Reportasemalang, MALANG — Universitas Ma Chung kembali menggelar Chinese–Indonesian Festival (CHIFEST) 2026 pada 19–20 September 2026. Festival yang mengusung tema “Fostering Transformative Convergence: Chinese Indonesian Cultural Harmony” tersebut menjadi ruang perjumpaan budaya Tionghoa dan Indonesia dalam semangat harmoni.

Ketua Pelaksana CHIFEST 2026, Mustika Tarra, mengatakan penyelenggaraan tahun ini memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan kegiatan pada tahun sebelumnya. Salah satunya adalah kehadiran Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya (Konjen) Ye Su, yang secara langsung meresmikan pembukaan CHIFEST 2026.

“Yang mungkin jauh berbeda penyelenggaraan CHIFEST antara tahun lalu dan sekarang adalah tahun ini Bapak Konjen perwakilan yang di Surabaya, Bapak Ye Su, datang sendiri untuk meresmikan pembukaan CHIFEST 2026,” kata Tarra.

Menurutnya, konsep penyelenggaraan tahun ini juga dibuat lebih terpadu. Jika sebelumnya kegiatan budaya terbagi dalam beberapa agenda, kali ini berbagai konsep dan kegiatan tersebut disatukan dalam satu rangkaian Chinese–Indonesian Festival.

Sejumlah pertunjukan dan kegiatan budaya menjadi bagian dari festival, termasuk wayang potehi yang kembali dihadirkan. Tahun ini, kesenian tersebut mendapat perhatian lebih sebagai salah satu highlight CHIFEST 2026.

Pertunjukan Wayang Potehi meriahkan gelaran Chifest 2026

Selain itu, Universitas Ma Chung menghadirkan Chinese Corner dengan melibatkan sejumlah laoshi atau pengajar dari Tiongkok. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkenalkan bahasa dan budaya Tiongkok kepada pengunjung.

CHIFEST 2026 juga memperluas kegiatan dengan menghadirkan layanan kesehatan. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ma Chung memberikan pemeriksaan kesehatan dan membagikan kacamata secara gratis kepada masyarakat.

Kegiatan donor darah turut digelar dalam rangkaian festival. Mustika mengatakan sejumlah kegiatan yang sebelumnya dilakukan secara terpisah kini disatukan dalam satu agenda CHIFEST.

“Kalau biasanya memang terpisah, kali ini kami coba satukan di sini, membagikan kacamata gratis dan juga tes kesehatan pada saat CHIFEST. Ada donor darah juga,” ujarnya.

Mini Museum Sejarah Universitas Ma Chung

Festival tersebut juga menghadirkan museum yang mengangkat perjalanan sejarah Universitas Ma Chung. Materi museum antara lain menampilkan proses akulturasi budaya Tionghoa dan Indonesia dari perspektif pendidikan.

Kehadiran Konsul Jenderal Tiongkok di Surabaya juga disertai dukungan terhadap pengembangan kemampuan bahasa Mandarin mahasiswa Universitas Ma Chung.

Dalam kesempatan tersebut, Ye Su memberikan bantuan pendidikan sebesar Rp25 juta serta buku untuk mendukung penguatan kultur Tiongkok dan kemampuan bahasa Mandarin mahasiswa.

Beasiswa tersebut diberikan kepada lima mahasiswa, masing-masing sebesar Rp5 juta. Para penerima dipilih dari mahasiswa yang telah memiliki kemampuan bahasa Mandarin sekaligus menunjukkan antusiasme untuk terus mengembangkannya.

“Yang terpilih bahasa Mandarinnya sudah cukup bagus, tetapi mereka juga sangat antusias untuk meningkatkan kemampuan bahasa Mandarinnya,” kata Mustika.

Antusiasme masyarakat terhadap CHIFEST 2026 juga dinilai cukup tinggi. Tidak hanya masyarakat umum, komunitas Tionghoa di Malang turut hadir dalam festival tersebut.

Mustika menyebut kehadiran Konsul Jenderal Tiongkok menjadi salah satu faktor yang meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kegiatan tersebut.

“Dari masyarakat, terutama komunitas-komunitas Tionghoa yang ada di Malang, itu hampir semua datang karena ada Bapak Konjen juga,” ujarnya.

Aneka jajanan di Chifest 2026

Antusiasme pengunjung juga terlihat dari aktivitas di sejumlah stan. Penyelenggara menghadirkan program undian yang menjadi salah satu daya tarik baru tahun ini.

Pengunjung yang berbelanja senilai Rp50.000 mendapatkan satu kupon undian. Program tersebut turut mendorong aktivitas transaksi di stan-stan yang tersedia selama festival.

Dengan memadukan pertunjukan budaya, edukasi, layanan kesehatan, kuliner, serta kegiatan yang berkaitan dengan bahasa Mandarin, CHIFEST 2026 menjadi ruang interaksi lintas budaya yang tidak hanya menampilkan keberagaman, tetapi juga mempertemukan masyarakat dalam berbagai aktivitas secara langsung.