17 Januari 2026

Universitas Ma Chung Gelar Seminar Nasional, Bahas Artificial Intelligence hingga Digital Economy

Universitas Ma Chung Gelar Seminar Nasional, Bahas Artificial Intelligence hingga Digital Economy
Seminar nasional, The Power of Collective Impact: The Synergy of Innovation, AI, and Digital Economy for Social Empowerment. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang.com – Universitas Ma Chung menggelar Seminar Nasional 2025 dengan tema “The Power of Collective Impact: The Synergy of Innovation, AI, and Digital Economy for Social Empowerment”. Acara digelar di Balai Pertiwi, diikuti sekitar 300 peserta, Selasa (29/7/2025).

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo menyampaikan, tema ini lahir dari refleksi mendalam atas situasi zaman yang semakin kompleks dan dinamis. Dimana saat ini kita hidup di era ketika kecerdasan buatan (AI), ekonomi digital, dan inovasi teknologi tidak lagi menjadi sekadar alat bantu, melainkan telah menjadi kekuatan utama penggerak perubahan.

“Collective Impact bukan hanya jargon, tapi adalah pendekatan strategis yang menekankan pentingnya sinergi berbagai pemangku kepentingan mulai dari akademisi, pelaku industri, pemerintah, komunitas, dan generasi muda,” jelasnya.

Menurut Prof. Yufra, inovasi, AI, dan ekonomi digital adalah instrumen. Namun untuk mengubah instrumen ini menjadi daya pemberdaya masyarakat, dibutuhkan infrastruktur literasi digital yang inklusif. Etika dan nilai kemanusiaan dalam pemanfaatan teknologi. Serta kesamaan visi antar sektor untuk menciptakan solusi yang tidak hanya canggih, tetapi juga relevan dan berdampak.

“Karena itu Universitas Ma Chung, melalui seminar nasional ini, meneguhkan kembali perannya sebagai katalisator kolaborasi lintas disiplin dan lintas generasi. Seminar ini tidak hanya menjadi panggung akademis, tetapi juga forum pemikiran dan aksi nyata yang menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan masyarakat, serta menumbuhkan budaya berpikir kritis dan reflektif di tengah derasnya arus digitalisasi,” ungkapnya.

Rektor UM menyerahkan cinderamata kepada narasumber. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Lebih dari sekadar diskusi, seminar ini menjadi ruang tempat kita menyatukan pemikiran, mendobrak sekat-sekat keilmuan, dan menyemai semangat untuk menempatkan teknologi sebagai alat untuk memperkuat jati diri bangsa, bukan melemahkannya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana seminar, Bagas Brian Pratama, S.Tr.Ak., M.Tr.Ak., menjelaskan, seminar ini sebagai wadah bagi seluruh sivitas akademik di Indonesia untuk saling berbagi wawasan, memperkaya pengalaman dan mempertajam penalaran kritis mengenai sinergi dari inovasi, Artificial Intelligence (AI), dan Digital Economy untuk pemberdayaan sosial dan dampaknya secara kolektif.

“Serta menanamkan budaya literasi dan mengembangkan sumber daya manusia sebagai upaya pengabdian masyarakat untuk menghadapi era digital yang terus berkembang pesat,” jelasnya.

Disebutkan seminar Nasional ini mencakup lima sub-tema besar, yaitu:

  1. Ekonomi dan Bisnis, yang membahas isu-isu seperti AI dalam akuntansi, blockchain, Fintech, digital marketing, regulasi ekonomi digital, cryptocurrency, dan berbagai topik yang menarik lainnya.
  2. Bahasa dan Pendidikan, dengan topik-topik tentang pengajaran bahasa di era AI, sastra digital, dan penerjemahan berbasis teknologi.
  3. Eknologi dan Desain, mulai dari sistem informasi, DKV, teknik industri, hingga extended reality.
  4. Ilmu Kesehatan, termasuk inovasi dalam farmasi, gizi, dan pelayanan kesehatan berbasis teknologi.
  5. Pengabdian kepada Masyarakat, sebagai refleksi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk transformasi sosial.

“Subtema-subtema yang digali ini merupakan gambaran bahwa collective impact membutuhkan pendekatan interdisipliner yang nyata,” pungkasnya.

Seminar Nasional 2025 ini turut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor, di antaranya Tommy Zhu dan Andy Febrico Bintoro dari Youthpreneurs, Farid Faletehan selaku Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Untung Supardi selaku Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur III Malang, serta Cita Mellisa selaku Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur.