Reportasemalang – Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) memberikan pelatihan literasi data kepada guru, tenaga pendidik, serta perwakilan siswa kelas X dan XI Pondok Pesantren Sumber Putih International Islamic Boarding School (PP IIBS) Malang dan SMA Sumber Putih Triple Track Education. Pelatihan bertajuk “Penguatan Literasi Data bagi Guru di Yayasan Hidayah Sumber Putih: Dari Angka ke Keputusan” ini digelar di kompleks sekolah Yayasan Hidayah Sumber Putih, Dusun Sumbernongko, Desa Sumberputih, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi Departemen Statistika FSTeM UB dan didanai melalui skema Dana Internal FSTeM UB Tahun 2026.
Program dipimpin oleh dosen Departemen Statistika FSTeM UB, Nurjannah, S.Si., M.Phil., Ph.D., bersama Prof. Dr. Ir. Solimun, M.S., Luthfatul Amaliana, S.Si., M.Si., serta didukung empat mahasiswa program sarjana dan magister Statistika maupun Sains Data.
Menurut Nurjannah, pelatihan ini diselenggarakan sebagai respons atas kebutuhan sekolah dalam meningkatkan kemampuan guru memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan pembelajaran.
“Data yang selama ini hanya dianggap sebagai catatan administratif, melalui pemahaman statistika dapat diubah menjadi informasi yang bermakna untuk mendukung pengambilan keputusan pembelajaran yang lebih tepat dan terukur,” ujar Nurjannah.
Yayasan Hidayah Sumber Putih yang menaungi PP IIBS Malang dan SMA Sumber Putih Triple Track Education memiliki visi mencetak generasi Qur’ani, wirausahawan, dan pemimpin berakhlak mulia. Namun, sekolah yang berada di kawasan kaki Gunung Semeru tersebut masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pelatihan keilmuan terkini, termasuk literasi data dan statistika.
Dalam pelatihan ini, peserta memperoleh modul “Analisis Data Akademik Menggunakan MS Excel untuk Guru dan Tenaga Pendidik” yang disusun khusus oleh tim pengabdian. Materi terdiri atas delapan sesi, mulai dari pengenalan data akademik dan Microsoft Excel, statistika deskriptif, distribusi frekuensi, visualisasi grafik, penggunaan Pivot Table, analisis kehadiran siswa, analisis tren nilai antarsemester, korelasi sederhana antarvariabel akademik, hingga penyusunan dashboard dan laporan kelas.

Pelatihan berlangsung secara interaktif di laboratorium komputer sekolah. Setelah penyampaian materi oleh para dosen, peserta langsung mempraktikkan penggunaan rumus dan fitur Microsoft Excel menggunakan data simulasi akademik. Para mahasiswa pendamping turut memberikan bimbingan secara langsung kepada setiap peserta agar seluruh materi dapat dipahami dengan baik.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti guru dan tenaga pendidik, tetapi juga melibatkan siswa kelas X dan XI. Langkah tersebut dilakukan untuk menanamkan budaya literasi data sejak dini sekaligus memperkenalkan pemanfaatan data dalam proses belajar, evaluasi diri, serta pengambilan keputusan akademik secara objektif.
Untuk mengukur efektivitas pelatihan, tim pelaksana menerapkan pre-test dan post-test guna mengetahui peningkatan pemahaman peserta. Selain itu, kepuasan peserta juga dievaluasi melalui survei yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat.
Kepala SMA Sumber Putih, Syarif Hidayatulloh, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia menilai pelatihan sangat relevan dalam mendukung penguatan sistem evaluasi dan pelaporan akademik yang lebih terukur sesuai visi yayasan sebagai lembaga pendidikan modern berdaya saing global.

Ke depan, Nurjannah menjelaskan program tidak berhenti pada pelatihan semata. Tim FSTeM UB akan melanjutkan pendampingan implementasi, membentuk komunitas data guru, hingga mengembangkan sistem monitoring capaian akademik berbasis data di lingkungan Yayasan Hidayah Sumber Putih. Hasil kegiatan juga direncanakan dipublikasikan melalui seminar nasional dan jurnal ilmiah.
“Data bukan sekadar angka, data adalah cerita tentang siswa kita. Harapannya, para guru di Yayasan Hidayah Sumber Putih dapat terus bertransformasi dari sekadar pengajar menjadi pengambil keputusan yang berbasis data,” tutur Nurjannah.
Program pengabdian ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas guru, tenaga pendidik, dan siswa dalam memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan pendidikan yang efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan solusi nyata untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui pendekatan berbasis data dan bukti (evidence-based education).