16 Agustus 2026

Tim Dosen Polinema Bekali BUMDes Tulus Abadi Analisis Kelayakan Usaha

Tim Dosen Polinema Bekali BUMDes Tulus Abadi Analisis Kelayakan Usaha
Sesi foto bersama tim pengabdi Polinema dan seluruh pengurus BUMDes Tulus Abadi usai pelaksanaan pelatihan.

Bagikan :

Reportasemalang — Politeknik Negeri Malang (Polinema) terus mendorong penguatan tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui peningkatan kapasitas pengelola dalam mengambil keputusan bisnis berbasis data. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan analisis kelayakan usaha bagi pengurus BUMDes Tulus Abadi, Desa Tulus Besar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Polinema dari Jurusan Administrasi Niaga sebagai bagian dari program PPM Skema DIPA Reguler Polinema Tahun 2026. Pelatihan dipusatkan di Kantor BUMDes Tulus Abadi dan diikuti oleh 10 pengurus serta pengelola BUMDes.

Tim PPM Polinema yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Evi Suwarni, S.AB., M.AB. selaku ketua tim, dengan anggota Tiara Estu Amanda, S.S., M.Par., Kartika Indah Permanasari, S.E., M.M., Drs. Ir. Abdullah Helmy, M.Pd., Ph.D., dan Karina Ega Nirwana, S.ST.Par., M.Par. Seluruh tim berasal dari Jurusan Administrasi Niaga Polinema.

Dalam pelatihan, peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai analisis kelayakan usaha, tetapi juga diajak melakukan praktik langsung perhitungan kelayakan usaha secara finansial. Materi disusun agar pengurus BUMDes mampu memahami kondisi keuangan usaha secara lebih terukur sebelum mengambil keputusan untuk mengembangkan atau membuka unit usaha baru.

Peserta diperkenalkan dengan lima komponen dasar dalam perhitungan bisnis, yaitu modal awal, modal produksi, modal tenaga kerja, proyeksi pendapatan, dan laba. Pemahaman terhadap komponen tersebut menjadi dasar penting untuk mengetahui apakah suatu usaha memiliki prospek keuntungan dan mampu berjalan secara berkelanjutan.

Untuk memudahkan pemahaman, tim pengabdi menggunakan studi kasus usaha tani jagung dengan luas lahan satu hektare. Peserta kemudian diajak melakukan simulasi perhitungan Break Even Point (BEP) atau titik impas serta menyusun proyeksi keuangan untuk tiga tahun ke depan.

Tidak berhenti pada metode perhitungan manual, kegiatan ini juga memperkenalkan inovasi teknologi berupa aplikasi berbasis Microsoft Excel bernama “SAKURA BUMDes” (Sistem Analisis Kelayakan Usaha Terintegrasi untuk BUMDes). Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu pengurus BUMDes melakukan analisis kelayakan usaha secara lebih praktis dan mandiri.

Penyampaian materi lima komponen dasar kelayakan usaha dan studi kasus oleh tim dosen Polinema di depan pengurus BUMDes Tulus Abadi.

Ketua Tim Pengabdi Polinema, Evi Suwarni, S.AB., M.AB., mengatakan kemampuan melakukan analisis kelayakan sangat penting agar pengembangan unit usaha BUMDes tidak hanya didasarkan pada asumsi, tetapi menggunakan perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Banyak BUMDes yang mengembangkan unit usaha baru tanpa perhitungan yang matang, sehingga risiko kegagalan tinggi dan sulit mempertanggungjawabkan penggunaan modal desa. Melalui pelatihan ini, kami ingin pengurus BUMDes mampu menghitung sendiri titik impas usaha, proyeksi keuntungan, hingga arus kas, sebelum memutuskan berinvestasi,” ujar Evi.

Melalui kegiatan tersebut, pengurus BUMDes Tulus Abadi diharapkan memiliki pemahaman dan perangkat analisis yang lebih terstruktur untuk menilai kelayakan sebuah usaha berdasarkan data riil. Dengan demikian, setiap keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih hati-hati, terukur, dan sesuai dengan potensi serta kebutuhan masyarakat desa.

Dalam jangka panjang, program ini ditargetkan mampu mendorong terwujudnya tata kelola BUMDes yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel. Salah satu luaran yang diharapkan adalah tersusunnya dokumen studi kelayakan untuk sedikitnya dua unit usaha potensial yang dikembangkan berdasarkan potensi lokal Desa Tulus Besar.

Penguatan kemampuan analisis usaha tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi keberlanjutan BUMDes Tulus Abadi, tetapi juga berkontribusi terhadap kemandirian ekonomi masyarakat perdesaan. Melalui pengelolaan usaha yang berbasis data dan perencanaan yang matang, BUMDes diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus mendukung pembangunan ekonomi masyarakat di Kabupaten Malang.