25 September 2026

ASUS ROG Kenalkan Teknologi AI Lokal, Bisa Diakses Tanpa Jaringan Internet

ASUS ROG Kenalkan Teknologi AI Lokal, Bisa Diakses Tanpa Jaringan Internet
Vania Margonoharto Product Marketing ASUS ROG Indonesia bersama La Junta Founder Mindplace mengenalkan produk ASUS ROG

Bagikan :

Reportasemalang, Kota Malang — ASUS Republic of Gamers (ROG), memperkenalkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) Lokal yang dapat digunakan tanpa perlu jaringan internet. Hal ini disampaikan Product Marketing ASUS ROG Indonesia, Vania Margonoharto dalam gelaran ROG AI Masterclass – Empowering AI Productivity for Creators & Professionals di Aston Hotel Kota Malang, Jumat (25/9/2026).

Workshop tersebut membahas perkembangan ekosistem AI modern, penggunaan AI Agent untuk mengotomatisasi pekerjaan, serta pemanfaatan local AI yang dapat dijalankan langsung pada perangkat tanpa harus terhubung ke internet.

Selain sesi materi, peserta juga berkesempatan mencoba sejumlah perangkat ROG, di antaranya ROG Zephyrus Duo, ROG Flow Z13 Kojima Productions, ROG Zephyrus G16, ROG Strix SCAR 18, TUF Gaming F16, serta ROG Xbox Ally X.

Perkembangan teknologi tersebut menunjukkan bahwa laptop gaming kini tidak lagi hanya ditujukan untuk bermain gim. Kemampuan komputasi dan AI yang semakin berkembang membuat perangkat tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membuat konten, mengolah data, bekerja secara profesional, hingga mendukung aktivitas mahasiswa.

Vania Margonoharto, mengatakan perjalanan ROG selama 20 tahun dibangun dengan semangat menghadirkan inovasi yang tidak berhenti pada peningkatan spesifikasi.

“ROG setiap tahun selalu berusaha menjadi yang pertama, terbaik, dan paling inovatif,” kata Vania.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah kemampuan menjalankan AI secara lokal pada perangkat. Menurut Vania, teknologi tersebut menjadi salah satu pilihan bagi pengguna yang membutuhkan AI dengan mempertimbangkan privasi data, konektivitas, serta fleksibilitas model AI.

“Sekarang kita tahu perkembangan AI cepat banget. Yang menjadi hal penting ketika perkembangan AI menjadi cepat adalah menggunakan AI juga menjadi sangat mahal,” ujarnya.

Product Marketing ASUS ROG Indonesia, Vania Margonoharto

Ia menjelaskan, penggunaan AI berbasis komputasi awan (cloud-based) umumnya membutuhkan koneksi internet dan dapat berkaitan dengan penggunaan layanan atau token. Sementara itu, AI lokal memungkinkan pemrosesan dilakukan langsung di perangkat.

Salah satu manfaatnya adalah menjaga privasi data. Pengguna dapat memproses informasi sensitif langsung pada perangkat tanpa harus mengirimkan data tersebut ke layanan AI berbasis awan.

“Terutama kalau misalnya ada yang bekerja di bidang finance, mau menganalisis laporan keuangan, itu tidak mau sampai bocor ke mana-mana. Bisa dijalankan secara lokal, jadi data privacy sangat penting,” jelasnya.

AI lokal juga dapat digunakan ketika koneksi internet tidak tersedia atau tidak stabil. Kondisi tersebut, menurut Vania, dapat terjadi ketika pengguna sedang berada di perjalanan, seperti di pesawat atau kereta.

Selain privasi dan konektivitas, fleksibilitas menjadi aspek lain yang ditawarkan. Pengguna dapat menyesuaikan model AI yang digunakan berdasarkan kebutuhan.

“Kalau di laptop ASUS ROG, model AI yang digunakan bisa bebas. Mau pakai LLM, Qwen, Ollama, itu bebas disesuaikan dengan kebutuhan dan yang ingin dicapai oleh end user, ” katanya.

Namun, penggunaan AI secara lokal juga membutuhkan kemampuan perangkat untuk menangani beban kerja yang tinggi. Karena itu, ASUS ROG mengembangkan sistem pendinginan yang dirancang untuk menjaga performa perangkat ketika digunakan untuk pekerjaan berat dalam waktu lama.

Dalam kesempatan tersebut, ASUS juga menegaskan bahwa ROG tidak hanya menghadirkan laptop dengan teknologi layar ganda seperti ROG Zephyrus Duo. Lini lain, termasuk ROG Strix dan ASUS TUF Gaming, turut diperkenalkan sebagai pilihan dengan karakteristik dan rentang kebutuhan pengguna yang berbeda.

Vania menyebut ROG Zephyrus Duo yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut telah habis terjual di tingkat distributor Indonesia. Meski demikian, sejumlah stok kemungkinan masih tersedia di jaringan mitra.

“ROG Zephyrus Duo ini memang sudah terjual habis. Ada beberapa stok yang mungkin masih ada di teman-teman partner, tetapi kami sudah tidak akan mendatangkannya lagi ke Indonesia,” ungkapnya.

Melalui ROG AI Masterclass di Malang, ASUS menunjukkan arah pengembangan perangkat ROG yang semakin luas. Laptop dengan performa tinggi tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan gaming, tetapi juga menjadi perangkat yang mendukung produktivitas, kreativitas, dan pemanfaatan AI dalam berbagai aktivitas.