1 Oktober 2026

Tak Sekadar Teori, 121 Siswa Petra Kediri Praktik Kultur Jaringan di FSTeM UB

Tak Sekadar Teori, 121 Siswa Petra Kediri Praktik Kultur Jaringan di FSTeM UB
Pemateri menjelaskan Kultur Jaringan

Bagikan :

Reportasemalang – Sebanyak 121 siswa SMP Kristen Petra Kediri mendapat pengalaman belajar sains yang berbeda. Mereka tidak hanya mempelajari teori dari buku, tetapi langsung mencoba teknik kultur jaringan tumbuhan dalam Edu Trip ke Fakultas Sains dan Teknologi (STeM) Universitas Brawijaya (UB), Rabu (23/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Hall Gedung FSTeM UB tersebut mengajak para siswa mengenal lebih dekat salah satu teknik bioteknologi tumbuhan yang selama ini mereka pelajari melalui pembelajaran di kelas.

Bersama para guru, siswa mengikuti pengenalan kultur jaringan sekaligus praktikum. Sebelum praktik dimulai, mereka mendapatkan pembekalan mengenai konsep dasar kultur jaringan tumbuhan yang disampaikan Ir. Retno Mastuti, M.Agr.Sc., D.Agr.Sc. dari Departemen Biologi UB.

Dalam pembekalan tersebut, siswa diperkenalkan pada prinsip perbanyakan tanaman secara in vitro, pentingnya menjaga kondisi steril, serta tahapan yang harus diperhatikan dalam proses kultur jaringan.

Setelah memahami dasar teori, siswa kemudian diajak mempraktikkan langsung proses persiapan bahan dan inokulasi eksplan daun. Setiap kelompok mendapat pendampingan mahasiswa Departemen Biologi UB selama menjalankan tahapan praktikum.

Suasana kegiatan pun berlangsung interaktif. Para siswa terlihat antusias ketika mulai melakukan inokulasi eksplan. Mereka dituntut bekerja teliti dan hati-hati, terutama dalam menjaga proses tetap aseptik dengan bantuan lampu spiritus.

Praktek Kultur Jaringan

Pendampingan mahasiswa Departemen Biologi juga membuat kegiatan semakin komunikatif. Tidak hanya membantu siswa mengikuti prosedur praktikum, para mahasiswa turut menjadi teman berdiskusi mengenai kultur jaringan, aktivitas laboratorium, hingga pengalaman menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

Kepala SMP Kristen Petra Kediri, Christina Setiawati, S.Pd., mengatakan Edu Trip tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan siswa, khususnya dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Menurutnya, pembelajaran secara langsung memberikan pengalaman yang berbeda karena siswa dapat melihat dan mencoba sendiri hal-hal yang sebelumnya hanya mereka temui melalui buku maupun materi pembelajaran di kelas.

Kunjungan ke lingkungan universitas juga memberikan gambaran kepada siswa mengenai suasana belajar, aktivitas akademik, dan kehidupan di perguruan tinggi sejak dini.

Selain menjadi sarana pembelajaran sains yang lebih menarik, Edu Trip tersebut menjadi jembatan antara pendidikan sekolah dan perguruan tinggi. Melalui praktik kultur jaringan, siswa dapat melihat bahwa ilmu biologi memiliki penerapan yang luas, termasuk dalam pengembangan bioteknologi tumbuhan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Quality Education, khususnya dalam memperluas kesempatan memperoleh pengalaman pendidikan berkualitas.

Melalui kegiatan tersebut, Fakultas STeM Universitas Brawijaya membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal sains secara lebih dekat. Pengalaman praktik di lingkungan perguruan tinggi diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus ketertarikan siswa terhadap pendidikan tinggi dan dunia penelitian sejak usia sekolah.