22 Juni 2026

Peringati Hari Yoga Sedunia, Unesa Hadirkan 3.000 Peserta Untuk Pecahkan Rekor MURI

Anjasmara sebagai aktor senior Indonesia yang kini menjadi instruktur yoga profesional. (Doc. Unesa)

Bagikan :

Reportasemalang.com – Lapangan Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus II Lidah Wetan menjadi saksi yang dihadiri sekitar 3.000 peserta untuk mengikuti yoga bersama dalam rangka memperingati International Yoga Day atau Hari Yoga Internasional, Minggu (21/6/2026). Pelaksanaan acara ini menghadirkan aktor sekaligus instruktur yoga nasional bernama Anjasmara Prasetya.

Kegiatan yang melibatkan lebih dari 150 penyandang disabilitas itu mengantarkan Unesa untuk meraih penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Mengusung tema “Guiding Synchronized Gathering of Thousands Through A Unified Body-Mind Journey“, kegiatan diselenggarakan atas kerja sama Unesa dengan Kedutaan Besar India melalui Konsul Kehormatan India di Surabaya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan Unesa, Duta Besar India untuk Indonesia, Konsul Kehormatan India di Surabaya, Perkumpulan Praktisi Yoga Nasional Indonesia (PPYNI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Pengurus Provinsi Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Jawa Timur, serta sejumlah mitra dan tamu undangan lainnya.

Penghargaan MURI diberikan atas rekor pelaksanaan yoga dengan peserta penyandang disabilitas terbanyak di lingkungan institusi pendidikan.

Pencapaian tersebut menjadi wujud komitmen Unesa dalam menghadirkan ruang olahraga yang inklusif, setara, dan dapat diakses seluruh kalangan.

Suasana kegiatan yoga bersama yang dipimpin oleh Anjasmara. (Ist.)

Perwakilan MURI, Almy Birama, mengapresiasi langkah Unesa yang menghadirkan kegiatan olahraga inklusif dengan melibatkan penyandang disabilitas dalam jumlah besar.

“Untuk di lingkungan institusi pendidikan, yoga dengan peserta terbanyak melibatkan peserta disabilitas ini merupakan yang pertama, dan kami mengapresiasi semangat dan tujuan baiknya dalam merangkul semua,” ujarnya.

Wakil Rektor IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, mengatakan kegiatan ini selaras dengan tiga keunggulan yang dimiliki Unesa, yakni bidang olahraga, seni, dan disabilitas. Melalui kegiatan tersebut, kampus ingin memastikan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.

“Tidak ada jarak antara disabilitas dan non-disabilitas. Kita bisa melihat bagaimana Mas Anjasmara yang luar biasa dalam memberikan gerakan yang memang bisa dilakukan oleh kaum disabilitas,” ungkapnya.

Instruktur yoga Anjasmara Prasetya menjelaskan jika seluruh gerakan yang diterapkan sudah mengikuti standar protokol yoga yang ditetapkan oleh Pemerintah India.

Menurutnya, rangkaian gerakan tersebut aman, mudah dilakukan, namun tetap memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh sehingga dapat diikuti oleh berbagai kalangan.

“Yoga sendiri mampu membantu meningkatkan metabolisme tubuh, melancarkan peredaran darah, meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh, sekaligus mengurangi ketegangan sehingga tubuh menjadi lebih rileks”, jelas Anjasmara.

Sementara itu, Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, menyampaikan apresiasi kepada Unesa atas penyelenggaraan International Yoga Day yang dinilai membawa pesan penting mengenai inklusivitas yoga.

Ia menerangkan, kegiatan di Surabaya menunjukkan kepada dunia bahwa yoga merupakan olahraga yang dapat diikuti oleh semua orang tanpa memandang kondisi fisik.

“Pesan yang datang dari Surabaya hari ini bahwa yoga juga untuk orang disabilitas. Saya yakin ini pesan yang sangat penting bagi dunia,” pungkasnya.