Reportasemalang – Universitas Negeri Malang (UM) kembali menegaskan kiprahnya di kancah nasional dan internasional dengan mempertahankan posisi di jajaran sepuluh besar Top Rank. Capaian prestasi ini mendapat apresiasi sekaligus menjadi pemacu untuk terus bertransformasi.
Berdasarkan Ad Scientific Index, UM menempati peringkat ke-4 dalam daftar Top 10 Asian Universities in Education. Prestasi tersebut menegaskan posisi UM sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di bidang pendidikan di Asia serta memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
Di tingkat nasional, UM juga menduduki peringkat pertama di bidang pendidikan versi Ad Scientific Index. Sementara itu, menurut EduRank, UM berada di posisi puncak pada bidang keilmuan multimedia dan kewirausahaan.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., mengapresiasi pengakuan dari berbagai lembaga pemeringkatan dunia tersebut. Ia menyebut capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika dalam menjaga mutu dan inovasi.
“Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melakukan transformasi, baik secara individu maupun kelembagaan. UM harus terus belajar dan berkembang dalam menjawab tantangan peradaban,” ujar Hariyono, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, transformasi yang dilakukan tidak hanya menyangkut perubahan struktur organisasi, tetapi juga penguatan nilai, budaya kerja, serta proses pelembagaan. UM, kata dia, harus tetap berakar pada budaya Nusantara sekaligus terbuka terhadap perkembangan global.
“Sebagai bagian dari peradaban dunia, UM memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi melalui ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya.
Ia menambahkan, capaian di bidang pendidikan, termasuk pengakuan terhadap sejumlah program studi, perlu dijaga melalui inovasi berkelanjutan. Kualitas pendidikan, lanjutnya, harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dari sisi layanan, UM juga berkomitmen memperkuat budaya meritokrasi yang terbuka, demokratis, dan partisipatif. Upaya ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, inovasi, dan kemitraan.
“Tantangan terbesar adalah rasa nyaman dan kemapanan. Dalam dunia akademik, pertanyaan adalah mesin ilmu pengetahuan, sehingga dialog dan pemikiran kritis harus terus dijaga,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UM, Prof. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., menilai prestasi tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen kampus.
“Ini capaian yang membanggakan. Kami berharap sivitas akademika terus berkarya untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi ini,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran sepanjang hayat, UM menegaskan komitmennya untuk terus menjadi institusi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.