15 Juli 2026

Tani Kopi Academy Bekali Pemuda Kampung Lingkar Kampus dengan Keterampilan Barista dan Roasting

Tani Kopi Academy Bekali Pemuda Kampung Lingkar Kampus
Transfer Knowledge Barista Kopi Kepada Peserta oleh Dr. Bintar Probo Sunarto, S.P., M.P.)

Bagikan :

Reportasemalang – Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya (FBiPK UB) melalui Laboratorium Pendidikan Terpadu menyelenggarakan “Tani Kopi Academy: Pelatihan Dasar Barista dan Roasting untuk Penguatan Kewirausahaan Pemuda Kampung Lingkar Kampus.” Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Kampung Lingkar Kampus yang menjadi salah satu program prioritas Rektor Universitas Brawijaya.

Pelatihan dilaksanakan di TaniKopi, Laboratorium Pendidikan Terpadu FBiPK UB, dengan menghadirkan dua materi utama. Pelatihan manual brewing dipandu oleh Fahmi Risyad, S.P., M.P., sedangkan pelatihan roasting kopi disampaikan oleh Bintar Probo Sunarto, S.P., M.P. Kedua sesi dirancang dalam bentuk pembelajaran praktis agar peserta dapat memahami proses pengolahan dan penyajian kopi secara langsung.

Pada sesi manual brewing, peserta memperoleh pengetahuan dasar mengenai jenis dan karakter kopi, pengenalan peralatan seduh, tingkat kehalusan bubuk kopi, rasio kopi dan air, suhu penyeduhan, serta teknik menuangkan air. Peserta juga melakukan praktik penyeduhan untuk memahami bagaimana setiap tahapan dapat memengaruhi aroma, rasa, dan kualitas minuman kopi yang dihasilkan.

Sementara itu, pada sesi roasting, peserta dikenalkan pada proses perubahan biji kopi mentah atau green bean menjadi kopi sangrai. Materi meliputi pengenalan mesin roasting, tahapan penyangraian, perubahan warna dan aroma biji kopi, serta pentingnya pengendalian waktu dan suhu untuk memperoleh profil sangrai yang sesuai. Peserta juga diperkenalkan pada pentingnya konsistensi dan ketelitian dalam menghasilkan produk kopi yang berkualitas.

Pelatihan ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga memperkenalkan potensi usaha pada sektor kopi. Keterampilan menyeduh dan menyangrai kopi dapat dikembangkan menjadi berbagai peluang ekonomi, seperti usaha kedai kopi, jasa penyeduhan pada kegiatan tertentu, produksi kopi sangrai, maupun pengembangan produk kopi lokal dengan identitas yang khas.

Pengenalan Biji Kopi Raosted

Melalui pelatihan tersebut, pemuda Kampung Lingkar Kampus didorong untuk melihat kopi sebagai bagian dari rantai usaha yang memiliki peluang pengembangan cukup luas. Selain keterampilan produksi dan penyajian, peserta juga diharapkan memiliki keberanian untuk mengembangkan ide usaha, membangun jejaring, serta meningkatkan kreativitas dalam menghasilkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Dekan FBiPK UB menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud komitmen fakultas dalam membuka fasilitas pendidikan dan pembelajaran bagi masyarakat sekitar kampus.

“Laboratorium Pendidikan Terpadu FBiPK UB kami kembangkan sebagai ruang belajar yang terbuka bagi sivitas akademika dan masyarakat. Kami berharap pemuda Kampung Lingkar Kampus dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan kreativitas, dan membangun peluang usaha yang produktif,” ujar Dekan FBiPK UB.

Ketua Laboratorium Pendidikan Terpadu FBiPK UB, Dwi Retnoningsih, S.P., M.P., Ph.D., menjelaskan bahwa TaniKopi menjadi salah satu wahana pembelajaran praktis yang menghubungkan kegiatan pendidikan, pengembangan keterampilan, dan kewirausahaan masyarakat.

“Melalui Tani Kopi Academy, peserta tidak hanya belajar menyeduh dan menyangrai kopi, tetapi juga memahami bahwa keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Laboratorium Pendidikan Terpadu sangat terbuka bagi masyarakat untuk belajar, berpraktik, dan mengembangkan kemampuan sesuai dengan potensi yang dimiliki,” jelas Dwi.

Menurutnya, keterbukaan Laboratorium Pendidikan Terpadu bagi masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang lebih erat antara kampus dan warga di sekitarnya. Berbagai fasilitas dan unit pembelajaran yang tersedia diharapkan dapat digunakan sebagai tempat berbagi pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan melahirkan gagasan usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Keberadaan TaniKopi juga diharapkan menjadi ruang pertemuan antara akademisi, mahasiswa, praktisi, pelaku usaha, dan masyarakat. Melalui interaksi tersebut, peserta dapat memperoleh pengalaman yang lebih luas mengenai perjalanan kopi sejak dari proses produksi, pengolahan, roasting, penyeduhan, hingga pemasaran kepada konsumen.

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan terus berlatih dan mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh. Tani Kopi Academy dapat menjadi langkah awal menuju kegiatan pendampingan yang lebih berkelanjutan, termasuk penguatan keterampilan produksi, pelayanan konsumen, pengelolaan usaha, serta pemasaran produk kopi.

Kegiatan ini turut mendukung #UniversitasBrawijaya_SDG4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, #UniversitasBrawijaya_SDG8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kewirausahaan dan peluang kerja produktif, serta #UniversitasBrawijaya_SDG17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Melalui pelaksanaan Tani Kopi Academy, FBiPK UB berupaya menjadikan Laboratorium Pendidikan Terpadu sebagai pusat pembelajaran yang inklusif, terbuka, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi antara kampus dan Kampung Lingkar Kampus diharapkan dapat memperkuat kapasitas generasi muda sekaligus menumbuhkan kegiatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.