Reportasemalang – Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar main event bertajuk “Nggelar Batik”. Acara ini merupakan sebuah aksi brand activation kreatif yang bertujuan untuk mendekatkan kembali generasi muda dengan warisan budaya batik nasional melalui pendekatan yang segar, interaktif, dan relevan dengan gaya hidup masa kini.
Mengusung konsep yang tidak biasa, “Nggelar Batik” menyulap area acara menjadi ruang kreatif multifungsi. Rangkaian acara dibuka dengan Workshop Membatik Bernuansa Piknik. Di sini, para peserta diajak belajar mencanting dan mewarnai kain batik di atas tikar piknik yang santai, menciptakan suasana belajar yang kasual namun tetap sarat edukasi budaya.
Tidak hanya belajar teknik dasar, para peserta juga diajak membuat kreasi kekinian melalui sesi membuat charm. Menariknya, hasil karya berupa gantungan buatan sendiri ini dapat dibawa pulang oleh peserta sebagai suvenir acara.
“Kami ingin mengubah stigma bahwa batik itu kaku dan kuno. Dengan mengemasnya lewat nuansa piknik dan pembuatan charm yang trendy, kami berharap teman-teman mahasiswa bisa merasakan bahwa batik adalah bagian dari gaya hidup mereka sehari-hari,” ujar Aisyah, Ketua Pelaksana Nggelar Batik.
Kemeriahan acara berlanjut dengan sesi minum jamu bersama. Kegiatan ini dihadirkan sebagai bentuk apresiasi terhadap kuliner tradisional Indonesia yang menyehatkan, sekaligus menambah keakraban antarpeserta yang hadir.
Sebagai puncak sekaligus penutup dari main event, “Nggelar Batik” menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) Film Dokumenter Anjani Batik Galeri. Film dokumenter ini mengupas tuntas perjalanan estetika, nilai filosofis, serta tantangan industri batik lokal yang direkam secara visual melalui lensa Anjani Batik Galeri. Sesi nobar ini sukses memantik diskusi hangat sekaligus menumbuhkan rasa bangga para peserta terhadap eksistensi batik tanah air.
Melalui brand activation ini, mahasiswa Komunikasi UMM berharap “Nggelar Batik” tidak hanya menjadi sekadar tugas kuliah atau selebrasi sesaat, melainkan menjadi pemicu (dan inspirasi) bagi anak muda untuk terus melestarikan dan menggaungkan pesona batik Indonesia dengan cara mereka sendiri.