Reportasemalang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan 15 rute angkutan pelajar yang akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027. Sebanyak 80 armada disiapkan untuk melayani mobilitas siswa menuju sekolah, termasuk dengan membuka tiga hingga empat rute baru ke sekolah yang sebelumnya belum terjangkau angkutan umum.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan penambahan rute dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap wilayah yang belum memiliki layanan angkutan pelajar, terutama menuju sejumlah SMP di Kota Malang.
“Ada penambahan sekitar tiga atau empat rute menuju sekolah-sekolah SMP yang sebelumnya belum memiliki jalur angkutan,” ujar Widjaja Saleh Putra, Sabtu (11/7/2026).
Menurut pria yang akrab disapa Jaya tersebut, Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai dasar hukum pelaksanaan program telah rampung dan kini tinggal menunggu proses pengundangan. Dishub menargetkan layanan angkutan pelajar dapat diluncurkan pada Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
“Mudah-mudahan bisa mulai saat tahun ajaran baru. Target kami memang bulan Juli ini sudah diluncurkan,” katanya.
Jaya menjelaskan, sebanyak 80 armada akan beroperasi mengikuti jadwal kegiatan belajar mengajar. Kendaraan mulai bersiaga sejak pukul 05.00 WIB di titik-titik yang telah ditentukan untuk mengantar siswa ke sekolah, kemudian kembali melayani saat jam pulang sekolah.
Di luar hari sekolah atau saat libur, armada tersebut akan kembali difungsikan sebagai angkutan kota reguler sehingga tetap dapat melayani masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Dishub mengombinasikan layanan bus sekolah yang telah berjalan dengan jaringan angkutan kota (angkot) yang sudah ada. Selain itu, sejumlah jalur baru juga ditambahkan untuk menjangkau sekolah-sekolah yang selama ini belum memiliki akses angkutan umum.
“Yang kami lakukan adalah mengombinasikan jalur bus sekolah, memanfaatkan jalur angkutan kota yang sudah ada, lalu menambah jalur ke sekolah yang belum memiliki layanan angkutan,” jelasnya.
Untuk memudahkan masyarakat mengenali layanan tersebut, setiap armada akan dilengkapi stiker atau penanda khusus sebagai angkutan pelajar. Sementara itu, titik naik dan turun penumpang dipusatkan di depan sekolah maupun lokasi pemberhentian yang telah ditetapkan.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan akses transportasi bagi pelajar sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi saat jam berangkat dan pulang sekolah, sehingga membantu mengurai kepadatan lalu lintas di Kota Malang.