Reportasemalang – Program Studi Sarjana Matematika, Departemen Matematika Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat internasionalisasi pendidikan melalui penyelenggaraan rangkaian Adjunct Professor pada mata kuliah Kapita Selekta Sains Komputasi. Kegiatan ini menghadirkan akademisi ternama dari Malaysia dan Pakistan untuk berbagi keilmuan terkait penerapan matematika komputasi di bidang medis hingga industri.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Universitas Brawijaya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kurikulum berstandar internasional serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi riset dan transfer pengetahuan dengan perguruan tinggi luar negeri.
Rangkaian kuliah internasional pertama menghadirkan Dr. Mohana Sundaram Muthuvalu, Associate Professor dari Universiti Teknologi PETRONAS (UTP), Malaysia. Pakar di bidang Applied Mathematics, Numerical Analysis, Numerical Linear Algebra, serta Computational Science and Engineering tersebut memberikan kuliah secara daring melalui Zoom pada 1 dan 8 Juni 2026.
Pada sesi pertama, Dr. Mohana membawakan materi Application of Finite Element Method (FEM) in Thermal Analysis (Hands-on with MATLAB). Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung menerapkan Metode Elemen Hingga untuk analisis termal menggunakan perangkat lunak MATLAB.
Sementara pada sesi kedua, ia mengangkat topik Computational Methods for Brain Tumour Growth Prediction (Hands-on with MATLAB) yang membahas pemanfaatan metode komputasi dalam memprediksi pertumbuhan tumor otak sebagai bagian dari pengembangan teknologi kesehatan berbasis matematika.
Selanjutnya, Program Studi Sarjana Matematika FSTeM UB menghadirkan Prof. Dr. Sohail Nadeem dari Quaid-i-Azam University, Pakistan. Akademisi dengan H-indeks Scopus 84 itu dikenal sebagai pakar di bidang mekanika fluida, matematika komputasi, dinamika aliran darah, hingga penyelesaian persamaan diferensial nonlinier.
Kuliah yang berlangsung pada 8 dan 10 Juni 2026 tersebut membahas penerapan Metode Elemen Hingga dalam penyelesaian numerik pesawat bomber serta penggunaan Metode Volume Hingga untuk pemodelan aliran darah.
Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh Ummu Habibah, S.Si., M.Si., Ph.D., dosen Departemen Matematika sekaligus Ketua Program Studi Sarjana Matematika FSTeM UB.
Menurut Ummu Habibah, kehadiran akademisi internasional memberikan nilai tambah bagi mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring akademik Universitas Brawijaya di tingkat global.
“Topik yang dibawakan sangat relevan dengan perkembangan sains komputasi saat ini. Sesi hands-on memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam melihat bagaimana teori matematika diaplikasikan langsung untuk menyelesaikan berbagai persoalan nyata di bidang industri maupun medis,” ujarnya.
Ia menambahkan, materi mengenai prediksi pertumbuhan tumor otak dan pemodelan aliran darah juga berkontribusi terhadap pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pengembangan riset matematika terapan yang mendukung inovasi teknologi kesehatan.
Selama pelaksanaan kuliah, antusiasme peserta terlihat tinggi. Selain diikuti mahasiswa yang menempuh mata kuliah Kapita Selekta Sains Komputasi, kegiatan ini juga dihadiri mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Departemen Matematika, seperti Program Studi Sarjana Matematika (PSSM), Program Studi Magister Matematika (PSMM), dan Program Studi Doktor Matematika (PSDM).
Diskusi berlangsung aktif dengan beragam pertanyaan mengenai pemrograman, pemodelan mekanika fluida, hingga tingkat akurasi komputasi dalam aplikasi medis.
Melalui program Adjunct Professor ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan dari pakar internasional, tetapi juga mendapatkan informasi mengenai berbagai peluang mengikuti program akademik global di bidang Mathematical Modelling and Numerical Computation. Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperluas kolaborasi internasional serta memperkuat kualitas pendidikan dan riset Departemen Matematika FSTeM Universitas Brawijaya.