12 Juni 2026

Tambah Guru Besar, UNITRI Kukuhkan Prof. Amir Hamzah sebagai Profesor Bidang Restorasi dan Remediasi Tanah

UNITRI Kukuhkan Prof. Amir Hamzah sebagai Guru Besar Bidang Restorasi dan Remediasi Tanah
Prosesi pengukuhan Guru Besar Prof. Amir Hamzah. (Ist)

Bagikan :

Reportasemalang – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) kembali menambah jumlah guru besar. Dengan mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Amir Hamzah, MP sebagai Profesor dalam bidang Restorasi dan Remediasi Tanah.

Bertempat di GOR Unitri, Pro. Amir menjadi Guru Besar ke-4 (empat) yang dimiliki UNITRI, Sabtu (23/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Amir menegaskan pentingnya penelitian terkait pencemaran tanah yang berdampak langsung pada kualitas pangan. Menurutnya, sebagian besar tanah di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, sudah tercemar logam berat akibat aktivitas industri, penggunaan pupuk, pestisida, hingga pertambangan.

“Karena itu, upaya yang kami lakukan adalah melakukan remediasi, yakni dengan mengurangi kandungan logam berat agar tanaman yang tumbuh bisa aman dikonsumsi,” ujar Prof. Amir.

Dijelaskan Prof Amir, Logam berat tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi bisa dikurangi. Salah satunya dengan penggunaan tanaman lokal untuk menyerap logam berat dari dalam tanah. Setelah proses tersebut, tanah baru bisa ditanami tanaman pangan.

“Logam berat itu tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi bisa dikurangi. Dengan metode ini, kandungannya dapat ditekan hingga aman bagi pertanian,” tambahnya.

Prof Amir Hamzah (tengah) beserta jajaran senat dan rektor Unitri. (Ist)

Prof. Amir menilai riset yang ia lakukan relevan dengan program pemerintah terkait penyediaan makanan bergizi gratis.

“Makanan bergizi tidak mungkin terwujud bila tanaman tumbuh di tanah tercemar. Karena itu, penelitian ini paralel dengan program pemerintah,” jelasnya.

Ia juga telah menguji penerapan teknologi remediasi di beberapa wilayah, termasuk Kota Batu. Menurutnya, petani menyambut baik metode tersebut.

“Kami mengedukasi petani untuk menanam rumput tertentu lebih dulu sebelum menanam tanaman pangan. Setelah logam berat berkurang, barulah bisa ditanami sayuran. Hasilnya cukup efektif,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Unitri, Prof. Dr. Ir. Eko Handayanto menyampaikan apresiasi atas bertambahnya guru besar di kampus tersebut.

“Kami bersyukur Unitri kembali menambah guru besar. Karena hal ini dapat memacu dosen lain untuk segera mengurus jabatan akademik. Dengan banyaknya profesor, nilai akreditasi universitas juga lebih mudah ditingkatkan,” pungkasnya.