JAKARTA, REPORTASEMALANG.COM — Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 21 September hingga 6 Oktober 2026.
Turnamen sepak bola baru besutan FIFA ini menjadi tonggak sejarah penting bagi sepak bola Asia Tenggara, membedakannya dari ajang regional seperti ASEAN Championship (Piala AFF).
Indonesia menjadi tuan rumah Divisi 1 yang diikuti delapan tim. Pertandingan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Timnas Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Indonesia akan menjalani tiga pertandingan di fase grup.
Indonesia memastikan sebagai penyelenggara didapat setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan government guarantee kepada FIFA, yang disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI sekaligus Menpora, Erick Thohir.

Kepastian itu sebagaimana pernah disampaikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir pada Senin (10/8/2026) di Kantor Kemenpora.
“Government Guarantee sudah dikirimkan langsung kepada FIFA. Alhamdulillah, FIFA merespons dan memastikan Indonesia menjadi tuan rumah,” ujar Erick.
Langkah strategis tersebut menjadi bukti dukungan penuh pemerintah dalam mengamankan status Indonesia sebagai tuan rumah ajang perdana FIFA ASEAN Cup 2026.
Dua wilayah utama telah ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan matchday, lengkap dengan jaminan infrastruktur berstandar internasional:
- Jakarta: Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) disiapkan sebagai venue utama, didukung fasilitas olahraga tambahan dari Pemprov DKI Jakarta.
- Bandung: Stadion Si Jalak Harupat disiagakan untuk menggelar laga penyisihan hingga babak gugur.
FIFA ASEAN Cup 2026 mengusung format divisi baru yang membuka kesempatan bagi tim undangan di luar kawasan ASEAN untuk berpartisipasi.
Ada delapan tim yang terbaik dalam dua grup di Premier Division. Indonesia ada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Sementara itu, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan ada di Grup B.
Sedangkan Challenge Division diikuti enam tim. Grup A diisi oleh Hong Kong, Myanmar, dan Brunei Darussalam. Grup B diisi Kamboja, Laos, dan Timor Leste.
Pemerintah menyiapkan dukungan dari sejumlah kementerian dan lembaga untuk memastikan turnamen berjalan lancar.
Dukungan tersebut meliputi keamanan, imigrasi, transportasi, kepabeanan, hingga jaringan internet.
Polri akan bertugas menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas. Sementara itu, layanan imigrasi dan visa bagi pemain serta ofisial asing juga akan dipermudah.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan pentingnya turnamen ini dalam membangun kekuatan skuad Garuda.
Menurutnya, status Timnas Indonesia sebagai tim yang sedang berkembang pesat tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus dibuktikan melalui prestasi di lapangan.
”AFF dan FIFA ASEAN Cup sudah di depan mata. Bagi kami, ini bukan sekadar turnamen biasa, melainkan panggung besar yang sangat menantang untuk membuktikan level Skuad Garuda”, ungkap John Herdman.
Selain menjadi batu loncatan menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030, Indonesia membidik target juara demi mengukir sejarah sebagai negara pertama yang mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup di kandang sendiri.
“FIFA ASEAN adalah turnamen yang harus kita menangkan untuk menunjukkan bahwa kita berada di puncak di Asia Tenggara,” tutur John Herdman.


