Reportasemalang – Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Dr. Indra Permana, SE., MM., mendesak adanya kepastian mengenai pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan Velodrome Kota Malang. Menurutnya, polemik kewenangan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur harus segera diselesaikan agar fasilitas olahraga tersebut dapat kembali berfungsi optimal dan mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Pernyataan itu disampaikan Indra usai meninjau langsung kondisi Velodrome Kota Malang, Minggu (28/6/2026). Ia menilai kondisi fasilitas olahraga tersebut membutuhkan perhatian serius agar tidak semakin mengalami penurunan kualitas.
“Jujur saja, secara pribadi saya miris melihat kondisi Velodrome saat ini. Kami juga prihatin terhadap para atlet yang masih kurang mendapatkan fasilitas. Namun, di tengah segala keterbatasan itu mereka tetap mampu menorehkan prestasi,” ujar Indra.
Menurutnya, persoalan paling mendesak saat ini adalah penetapan pengelola utama Velodrome. Kejelasan kewenangan dinilai akan berdampak langsung pada pengelolaan fasilitas, pengalokasian anggaran pemeliharaan, hingga keberlangsungan pembinaan atlet.
“Saran saya selaku Anggota Komisi B, segera diputuskan siapa pengelola utama Velodrome, apakah Pemkot Malang atau Pemprov Jawa Timur. Keputusan ini akan memengaruhi prestasi atlet-atlet kita ke depan,” katanya.
Indra menegaskan bahwa atlet merupakan aset daerah sekaligus duta bangsa yang membawa nama Indonesia di berbagai ajang olahraga, baik tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu, penyediaan sarana olahraga yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan prestasi mereka.
“Para atlet adalah duta bangsa. Marwah suatu bangsa juga ditentukan oleh prestasi atlet yang berlaga di berbagai kejuaraan, baik nasional maupun internasional,” ujarnya.

Komisi B DPRD Kota Malang, lanjut Indra, berkomitmen mengawal penyelesaian polemik pengelolaan Velodrome hingga menemukan solusi yang jelas. Ia berharap persoalan administrasi tidak menghambat aktivitas latihan para atlet.
“Kami akan terus mengawal agar permasalahan Velodrome segera diselesaikan. Yang terpenting, para atlet tetap bisa berlatih dan meraih prestasi yang lebih baik,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Indra juga mengungkapkan hasil pembicaraannya dengan Wakil Ketua KONI Kota Malang, Wasto. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kebutuhan anggaran untuk pemeliharaan Velodrome dinilai tidak terlalu besar.
“Tadi saya sempat berbincang dengan Pak Wasto dari KONI. Biaya pemeliharaan Velodrome tidak banyak. Dalam setahun anggarannya tidak sampai Rp1 miliar, kondisi Velodrome sudah bisa kembali baik,” ungkapnya.
Karena itu, Indra meminta pemerintah segera memberikan kepastian pengelolaan sekaligus dukungan anggaran pemeliharaan agar Velodrome Kota Malang dapat kembali menjadi pusat pembinaan olahraga sepeda dan melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.