Reportasemalang – Universitas Negeri Malang (UM) terus memperkuat komitmennya sebagai kampus ramah lingkungan. Melalui program Green Campus, UM mengajak seluruh sivitas akademika dan mitra untuk meninggalkan penggunaan karangan bunga berbahan plastik, styrofoam, maupun kertas, dan beralih ke tanaman hidup serta ucapan digital.
Kebijakan tersebut mulai diterapkan dalam berbagai kegiatan kampus, termasuk pelaksanaan wisuda, sebagai bagian dari upaya mengurangi limbah yang sulit terurai dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., mengatakan penggunaan karangan bunga konvensional selama ini berpotensi menambah sampah karena banyak menggunakan material yang tidak ramah lingkungan.
“Untuk meningkatkan kualitas kita sebagai kampus yang ramah lingkungan, maka kami berupaya agar ucapan selamat yang diberikan kepada UM tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Salah satunya dengan mengurangi karangan bunga yang terbuat dari kertas, plastik, dan bahan lainnya yang berpotensi menjadi limbah,” ujarnya.
Menurut Prof Hariyono, sebagai institusi pendidikan, UM berupaya memastikan setiap kebijakan dan aktivitas kampus mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan serta kesehatan ekosistem.
Karena itu, karangan bunga konvensional akan digantikan dengan alternatif yang lebih bermanfaat, seperti tanaman hidup maupun ucapan digital yang dapat disampaikan melalui media sosial dan berbagai platform daring.
“Karangan bunga yang terbuat dari kertas dan plastik kita hilangkan. Kita ganti dengan kiriman tanaman atau ucapan secara online yang bisa diunggah melalui media sosial maupun akun digital lainnya. Cara ini lebih efektif dan lebih ramah lingkungan,” katanya.

Ia berharap langkah tersebut tidak hanya diterapkan pada ucapan selamat, tetapi juga menjadi budaya dalam berbagai aktivitas kampus di masa mendatang.
Sementara itu, Direktur Badan Pengelola Usaha dan Dana Abadi (BPUDA) UM, Dr. Agus Sunandar, S.Pd., M.Sn., menjelaskan bahwa penerapan media ucapan ramah lingkungan menjadi bagian dari dukungan terhadap program Sustainable Development Goals (SDGs) dan Green Campus yang tengah dijalankan UM.
Menurutnya, pada pelaksanaan wisuda kali ini, karangan bunga konvensional digantikan dengan bibit tanaman, baik tanaman pelindung maupun tanaman produktif yang dapat ditanam kembali.
“Biasanya ucapan selamat dibuat dalam bentuk karangan bunga dengan media banner yang sulit diurai. Sekarang kami mengubahnya menjadi bibit tanaman. Selain lebih ramah lingkungan, tanaman ini bisa terus tumbuh dan menjadi kenangan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana UM, Faul Hidayatunnafiq, S.Kom., M.M. Ia mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran Wakil Rektor II terkait penggunaan media ucapan yang lebih ramah lingkungan.
Menurut Faul, penggunaan tanaman hidup memberikan manfaat jangka panjang dibandingkan banner plastik atau styrofoam yang umumnya hanya digunakan sekali.
“Setelah kegiatan selesai, tanaman-tanaman ini akan ditanam di lingkungan UM. Dengan demikian, manfaatnya akan terus berlanjut dan mendukung terciptanya lingkungan kampus yang semakin hijau,” ujarnya.
Melalui kebijakan ini, UM berharap dapat menjadi contoh penerapan budaya kampus berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya menjaga lingkungan melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak nyata.