16 April 2026

Ratusan Mahasiswa Teknik Polinema Ikuti Sertifikasi Internasional Tekla dan Cubicost

Kajur Teknik Sipil Polinema dan jajaran bersama peserta pelatihan. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Bagikan :

Reportasemalang – Ratusan mahasiswa teknik sipil Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengikuti sertifikasi internasional Tekla dan Cubicost. Yang digelar Glodon Authorized Training Center (GATC) Polinema dan Authorized Training Center (ATC) Tekla Polinema, Senin (23/6/2025).

Ketua Jurusan (Kajur) Teknik Sipil Polinema, Mohamad Zenurianto mengatakan, total ada 158 mahasiswa yang mengikuti sertifikasi internasional Tekla dan Cubicost.

“Mereka yang ikut ada mahasiswa semester 4 khususnya Diploma dan mahasiswa semester 6 yang sarjana terapan. Jumlahnya untuk yang Tekla itu ada 94 mahasiswa, sedangkan untuk Cubicost ada 64 mahasiswa,” jelasnya.

Dikatakan Zenurianto, sertifikasi ini penting untuk memastikan kompetensi seseorang. Karena seseorang boleh saja mengaku kompeten dimana-mana, tapi harus ada bukti.

“Buktinya ya sertifikat ini. Karena sertifikat ini sebenarnya untuk mendukung dan memudahkan mahasiswa untuk mencari pekerjaan,” ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan Zenurianto, saat ini Polinema memiliki dua Authorized Training berlisensi. Yang pertama yakni ATC tekla yang berkaitan tentang perencanaan bangunan strukturnya. Kemudian yang kedua adalah dari Glodon yaitu Cubicost, yang biasanya berkaitan dengan penjadwalan, masalah pembiayaan sampai dengan 5 Dimensi (5D).

“Jadi dua ini yang kita punya. ATC untuk tekla dan ATC untuk Glodon,” jelasnya.

Pembukaan sertifikasi Internasional tekla dan Cubicost Polinema. (Foto: Agus N/reportasemalang)

Disebutkan, saat ini hanya ada tiga Politeknik yang mempunyai Authorized Training berlisensi. Yakni Politeknik Astra dan Politeknik Negeri Bandung (Polban), tapi hanya punya satu.

“Jadi hanya Polinema yang punya Authorized Training berlisensi kedua-dua nya,” sebutnya.

Menurut Zenurianto, keuntungan jika kampus sudah punya lisensi, bisa mengeluarkan sertifikat sendiri, tidak berbayar ke yang lain. Artinya, harga untuk mahasiswa Polinema yang ikut sertifikasi bisa diatur agar tidak terlalu mahal.

“Kalau di luar paling murah 1,2 juta. Tapi kalau untuk mahasiswa kita sendiri mungkin bisa kita kasih 400 ribu untuk biayanya,” ungkapnya.

Tidak hanya dari Polinema, tapi sudah banyak mahasiswa dan dosen yang mengikuti pelatihan maupun sertifikasi Tekla dan Cubicost di Polinema.

“Kalau mahasiswa biasanya hanya ambil untuk sertifikasinya. Tapi kalau dosen dia mengarah ke trainner untuk ToT,” ujarnya.

“Jadi yang sudah pernah ke sini yakni Politeknik Negeri Manado, Politeknik Negeri Banjarmasin, Politeknik negeri Banyuwangi, vokasi Undip, vokasi UNS Solo, kemudian dari UM, Unmer dan beberapa poltek lain,” pungkasnya.