16 April 2026

Biografi Akhmad Munir Diluncurkan, ‘Langkah Sunyi Menuju Puncak’

Foto bersama Launching Buku "Biografi Akhmad Munir"

Bagikan :

Reportasemalang – Buku berjudul ‘Langkah Sunyi Menuju Puncak’ resmi diluncurkan dalam rangkaian puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-80 PWI tingkat Jawa Timur di Dyandra Convention Center Surabaya, Kamis (16/4/2026). Buku ini merupakan biografi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Akhmad Munir, yang ditulis oleh Abdul Hakim.

Abdul Hakim mengungkapkan, ketertarikannya menulis sosok Akhmad Munir berawal sejak dirinya masih menjadi wartawan muda di Kantor Berita Antara Jawa Timur.“Saya mengikuti perjalanan Pak Munir sejak masih sama-sama di Antara. Saat itu beliau sudah aktif di berbagai organisasi, sehingga saya bisa melihat langsung bagaimana dedikasi dan etos kerjanya,” ujar Abdul Hakim.

Ia menjelaskan, perjalanan karier Akhmad Munir di dunia jurnalistik maupun organisasi dimulai dari bawah. Di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Munir meniti karier dari menjadi anggota, kemudian menjadi Sekretaris Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Jatim, Ketua SIWO Jatim, Ketua PWI Jatim, hingga akhirnya menjabat Ketua PWI Pusat.

Menurut Abdul Hakim, kisah hidup tersebut menjadi alasan kuat untuk dituangkan dalam bentuk biografi. Ia mengaku melakukan riset mendalam, termasuk wawancara langsung dengan Akhmad Munir untuk menggali sisi personal hingga perjalanan hidupnya.

“Saya mencoba menangkap setiap cerita, ekspresi, bahkan emosi beliau. Ada momen-momen haru ketika beliau bercerita tentang masa kecilnya,” katanya.

Dalam buku tersebut, diceritakan bahwa masa kecil Akhmad Munir tidaklah mudah. Ia harus kehilangan ayah sejak kecil dan dibesarkan oleh ibunya yang bekerja sebagai penjahit. Peran sang ibu disebut menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan hidupnya hingga meraih kesuksesan.

Selain itu, buku ini juga mengungkap sisi lain Akhmad Munir yang jarang diketahui publik. Semasa muda, ia sempat aktif di dunia musik dan tergabung dalam sebuah band. Bahkan, ia pernah tampil satu panggung dengan musisi Anang Hermansyah.

“Pak Munir ini dulunya musisi dan piawai memainkan gitar bas. Dokumentasi masa mudanya juga ditampilkan dalam buku ini,” ujar Abdul Hakim.

Namun, perjalanan hidupnya kemudian beralih ke dunia jurnalistik. Dari seorang pembantu kontributor di Antara, Akhmad Munir meniti karier secara bertahap hingga menjadi kontributor, pewarta, redaktur, kepala biro, redaktur pelaksana, hingga akhirnya menduduki posisi direktur utama.

Abdul Hakim menilai, keberhasilan yang diraih Akhmad Munir bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang, kerja keras, dan ketekunan.

“Ini adalah perjalanan dari nol yang penuh perjuangan. Saya harap buku ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang,” tuturnya.

Sementara itu, Akhmad Munir membagikan kunci kesuksesannya hingga mencapai posisi saat ini. Ia menekankan pentingnya doa dan bakti kepada orang tua, khususnya ibu, sebagai fondasi utama dalam hidup.

“Doa dan pengabdian kepada ibu menjadi kunci utama perjalanan saya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menekuni pekerjaan serta menjalani setiap proses karier tanpa melompati tahapan.

“Saya menekuni apa yang saya lakukan dan tidak pernah melompati proses. Semua dimulai dari bawah,” katanya.Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap dalam kehidupan sehari-hari.“Berbuat baik dan terus menebar kebaikan,” tuturnya.