Reportasemalang.com – Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Jawa Timur menggelar seminar bertema “Peran Perempuan dalam Mengakses dan Menyebarkan Informasi di Era Digital” bertempat di Aula Kantor PWI Jatim, Jumat (10/4/2026).
Acara yang dihadiri sekitar 100 peserta termasuk Ikatan Pelukis Wanita Indonesia Jawa Timur ini, merupakan bagian dari serangkaian peringatan Hari Pers Nasional 2026 dan HUT PWI ke-80.
Arumi Bachsin Emil Dardak hadir sebagai pembicara utama, didampingi pula Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, yang diwakilkan oleh Kepala Bidang Informasi dan komunikasi Publik (IKP) Putut Darmawan. Pembicara kainnya, ada Sri Untari Bisowarno selaku Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, dan Dr. Eko Pamuji selaku Wakil Direktur UKW PWI Pusat.
Dalam acara seminar ini, Arumi Bachsin Emil Dardak yang juga menjabat sebagai Ketua PKK Jatim, mengatakan bahwa perempuan di era digital saat ini sedang mendominasi penggunaan media sosial.
“Sekitar 56,3 persen pengguna aktif media sosial berasal dari kalangan perempuan. Dan sejak tahun 2021, pengguna Instagram sekitar 52,6% adalah kaum perempuan” ungkap Arumi.
Ia juga menyampaikan, agar kaum perempuan lebih pandai dalam memilih media yang benar dan hoax, serta bagaimana mengambil solusi untuk mengatasi informasi hoax.
“Ibu-ibu harus selalu check and recheck informasi yang didapatkan di medsos. Pemprov Jatim saat ini sudah mengembangkan klinik hoax yang dikelola oleh Kominfo, ” ujar Arumi.
Selaras dengan yang disampaikan Arumi, menurut Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisawarno menyampaikan bahwa peran ibu harus bisa memberikan batasan akses medsos untuk anak-anaknya dan juga bisa menyertakan doa terbaik untuk anak-anaknya.
Sehingga, sikap ini selain bisa memberikan bimbingan bijak bagi anak yang berguna agar bisa memilah dan memilah medsos yang tepat bagi anak, namun tetap juga disertai dengan doa. Karena doa orang tua bisa membawa kesuksesan bagi anak-anaknya.
“Doa ibu lebih mustajab. Alhamdulilah, anak-anak saya berhasil dan sukses,” kata Sri Untari.
Menurut Kabid IKP Dinas Kominfo Jatim, Putut Darmawan, menjelaskan agar orang tua bisa mengontrol anak-anaknya ketika berselancar dalam dunia maya maupun media sosial.
Hal ini perlu diperhatikan mengingat anak-anak yang masih dalam proses tumbuh berkembang, agar tidak terjebak dalam media yang jauh dari perkembangan anak itu sendiri.
“Kita sebagai orang tua harus pandai memilih mana media sosial yang baik untuk anak. Sehingga anak dapat lebih bijak dalam penggunaan sehari-hari,” ujar Putut.
Melihat begitu pentingnya peranan perempuan di era digital saat ini, dalam pandangan Endang Suprapti selaku Ketua IKWI Jatim menuturkan jika peranan kaum wanita khususnya ibu-ibu sebagai salah satu teladan penting baik dalam keluarga untuk mendidik anak-anaknya.
“Ibu-ibu harus bisa menyaring dan membedakan informasi yang benar dan tidak hoax untuk anak-anak”, tandasnya.
Tak lupa, Lutfil Hakim sebagai Ketua PWI Jatim, mengatakan tentang perkembangan dunia digital yang serba modern dan canggih, penguasaan terhadap teknologi informasi menjadi hal begitu krusial.
“Untuk bisa menguasai informasi maka kuasai wartawan. Untuk bisa menguasai wartawan kuasailah istri-istrinya,” ungkapnya.
Lutfil juga menerangkan jika kedudukan wanita dalam era digital informasi ini sangat penting. Menurutnya pengguna medsos di Indonesia khususnya Jawa Timur jumlahnya 50:50 antara wanita dan pria.
“Tapi yang terpenting informasi dari ibu lebih dipercaya di mata keluarga. Sehingga ibu-ibu harus juga hati-hati memilih informasi untuk anak-anaknya,” pungkasnya. (M.F)