21 April 2026

Wali Kota Malang Jelaskan Peranan Kyai Yahya Terhadap Perkembangan Ponpes Gading

Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., dalam pemaparannya yang berlangsung di Ponpes Miftahul Huda.

Bagikan :

Reportasemalang.com – Wali Kota Malang menghadiri acara Peringatan Haul Almarhumain (KH. M. Yahya dan KH. A. Dimyati Ayatullah Yahya) ke-56 beserta Muassis dan Para Masyayikh di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda Gading, Kota Malang, Minggu (12/04/2026).

Acara Haul ke-56 yang dimulai sejak pagi hari ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti Khotmil Qur’an, Pembacaan Maulid, Tahlil Akbar hingga Pengajian Umum.

Dalam acara inti Haul ke-56 ini, sambutan mewakili Tuan Rumah disampaikan oleh KH. Ahmad Luthfi Hakim, dilanjutkan acara Tausiyah oleh KH. Zuhrul Anam Hisyam dari Banyumas dan diakhiri Tausiyah yang disampaikan oleh KH. Harun Ismail dari Blitar.

Pada acara Haul tersebut, Wahyu Hidayat yang mewakili atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Malang menyampaikan Minal Aidzin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

“Semoga Allah senantiasa rahmat, rezeki dan kebahagiaan untuk kita semua”, ungkap Wahyu.

Tak lupa, Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasi dan harapan kepada KH. Ahmad Muhammad Arif Yahya selaku pengasuh Ponpes Gading dan juga kepada para pengelola Ponpes untuk terus mengembangkan lembaga ini sebagai pusat pendidikan keagamaan yang unggul, adaptif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia lalu menjelaskan bahwa acara Haul dan Silaturahmi ini sebagaimana pernah diajarkan oleh Rasulullah agar kita saling mempererat ikatan persaudaraan sesama umat Islam. Karena Allah SWT. mencintai Hamba-hambaNya yang senantiasa menjaga kerukunan dan kebersamaan.

“Mari jadikan acara Haul ini bukan hanya sebagai ajang untuk terus mengenang perjuangan para ulama terdahulu dan generasi penerus saat ini, namun juga untuk selalu mendoakan dan menciptakan Ukhuwah Islamiyah”, ujarnya.

Wahyu menjelaskan bahwa peringatan Haul ke-56 ini sebagai peringatan penting bukan hanya untuk mengenang, namun juga menghargai dan meneladani perjuangan beliau (Almarhumain) karena pengabdian hidupnya dalam bidang pendidikan maupun dakwah islam. Jasa dan juga pengetahuan beliau menjadi pondasi kuat bagi perkembangan Pondok Pesantren Miftahul Huda hingga di era saat ini.

“Nilai-nilai perjuangan dan keteladanan yang beliau tinggalkan masih tetap hidup dan relevan. Semangat keilmuan, keikhlasan, dan pengertian yang beliau tanamkan, masih terasa. Dan menjadi sumber inspirasi bagi para santri maupun generasi penerus selanjutnya”, tuturnya.

Tak lupa, Wahyu Hidayat menyampaikan kepada keluarga besar Ponpes Miftahul Huda untuk meneruskan perjuangan para ulama dalam menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat peran pendidikan dalam mencetak generasi berakhlak mulia yang cerdas dan berdaya saing.

Ia menilai jika Ponpes memiliki peran strategis untuk menciptakan sumer daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki nilai-nilai spiritual yang religius. Karena hal ini sejalan dengan visi misi dari Pemkot Malang menuju Malang Mbois Berkelas yang ingin menciptakan masyarakat berakhlak dan hidup sejahtera.

“Saya berharap, Ponpes Miftahul Huda ini menjadi pilar penting dalam membentuk generasi berdaya saing yang mampu menghadapi tantangan global”, pesannya. (Aris)