18 April 2026

Universitas Brawijaya Luncurkan BOUMI, Produk Kids Care dengan Bahan Alami

Universitas Brawijaya Luncurkan BOUMI, Produk Kids Care dengan Bahan Alami
Wakil Rektor Bidang V UB, Prof. Unti Ludigdo

Bagikan :

Reportasemalang – Universitas Brawijaya (UB) secara resmi meluncurkan BOUMI, brand personal care anak
berbasis bahan alami dan essential oil yang dikembangkan khusus untuk anak usia 4–14 tahun. Bertempat di Batu Love Garden (Baloga), Jumat (17/4/2026).

Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam ekosistem inovasi UB yang dibangun di atas model Penta Helix ABCGM: Akademisi (Universitas Brawijaya), Business (Cedefindo–Martha Tilaar Group), Community (Batu Love Garden–Jatim Park), Government (Direktorat Inovasi & Kawasan Sains dan Teknologi & BMU UB), dan Media. Bersama, kelima pilar ini mengantarkan inovasi dari laboratorium kampus langsung ke tangan keluarga Indonesia.

Pasar personal care anak di Indonesia selama ini terjebak di dua ekstrem. Di satu sisi, terdapat produk bayi yang formulasinya terlalu ringan untuk merespons aktivitas fisik anak usia sekolah yang tinggi. Di sisi lain,
banyak orang tua yang akhirnya memilihkan produk dewasa yang kandungannya terlalu keras bagi kulit anak yang masih berkembang. Celah inilah yang menjadi titik berangkat BOUMI.

Kaprodi Kesehatan Kulit Universitas Brawijaya, Dr. Sinta menjelaskan, kulit anak memiliki struktur yang secara
fundamental berbeda dari kulit orang dewasa. Stratum korneum anak lebih tipis, lebih permeabel, dan lebih
rentan terhadap iritasi akibat bahan kimia keras.

“Mayoritas produk kids care di pasar Indonesia masih
menggunakan formulasi dewasa dengan sedikit penyesuaian, ini bukan kids care yang sesungguhnya,”
tegasnya.

BOUMI dirancang dari awal dengan pendekatan dermatologi pediatrik: pH-balanced, bebas pewangi sintetis keras, dan menggunakan emolien yang mendukung perkembangan skin barrier anak secara
optimal.

Kepala Institut Atsiri UB, Prof. Warsito mengatakan, tulang punggung formulasi BOUMI adalah kekayaan atsiri Indonesia yang selama ini lebih dikenal sebagai
komoditas ekspor bahan baku ketimbang produk bernilai tambah tinggi. Karena Indonesia merupakan salah satu produsen minyak atsiri terbesar dunia, nilam, cengkeh, pala, dan jahe merah ada di antara yang paling dikenal, namun rantai nilainya hampir seluruhnya diekspor dalam bentuk mentah.

“Boumi mengubah paradigma itu,” ujar Prof. Warsito.

Menurutnya, senyawa aktif dari atsiri lokal yang digunakan BOUM bukan sekadar pemberi aroma, tetapi juga punya fungsi sebagai antimikroba, antiinflamasi, dan moisturizing untuk kulit anak.

“Ini bukan klaim pemasaran, ini data saintifik yang lahir dari lebih dari sepuluh tahun riset pada lebih dari 40 spesies tanaman atsiri Indonesia,” ungkapnya.

“Seluruh formulasi BOUMI melewati uji keamanan dan efikasi secara ketat sebelum masuk ke lini produksi bersama Cedefindo,” imbuhnya.

Press Conference BOUMI

Di antara tujuh produk dalam lini BOUMI, Hi-To-Go Sun Protector menjadi yang paling mencuri perhatian
dari kalangan ilmiah maupun industri. Produk ini menggunakan Stigma Silk atau yang lebih dikenal
sebagai rambut jagung sebagai bahan aktif utama dalam formulasi sunscreen-nya. Selama ini, stigma silk
adalah limbah pertanian yang dibuang begitu saja atau dibakar oleh petani jagung di seluruh pelosok.

Dosen Teknologi Pertanian UB sekaligus penemu inovasi ini, Dr. Ocha mengungkapkan bahwa penelitiannya menemukan bahwa stigma silk mengandung senyawa ferulic acid dan flavonoid yang memiliki kapasitas absorpsi UV signifikan. Formulasi sunscreen berbasis stigma silk ini telah melewati uji SPF secara in vitro maupun in vivo, dengan hasil yang konsisten memenuhi standar SPF 30+ yang direkomendasikan untuk anak-anak di iklim tropis.

“Yang selama ini kita buang ternyata menyimpan perlindungan. Itulah esensi inovasi berbasis alam,” kata Dr. Ocha.

“Jadi setiap botol Hi-To-Go Sun Protector yang
terjual secara langsung menciptakan permintaan baru atas bahan baku dari petani jagung lokal,” tandasnya.

Keberhasilan BOUMI tidak bisa dilepaskan dari arsitektur kolaborasi yang dibangun secara sistematis UB. Wakil Rektor Bidang V UB, Prof. Unti Ludigdo menyebut, BOUMI sebagai model paling konkret dari Penta Helix ABCGM yang selama ini digaungkan dalam
kebijakan inovasi nasional.

“Sebuah rantai yang dimulai dari riset, melewati kolaborasi bisnis dan komunitas, diperkuat peran pemerintah, dan diperluas jangkauannya oleh media,” jelasnya.

Dari sisi Akademisi, Universitas Brawijaya menyumbang riset dasar, formulasi, dan pengelolaan kekayaan intelektual melalui Direktorat Inovasi & Kawasan dan Sains Teknologi. Pilar Business diisi oleh Cedefindo dari Martha Tilaar Group, yang memastikan produk kampus memenuhi standar produksi GMP sehingga layak bersaing di pasar nasional dan berpotensi diekspor. Pilar Community diwakili oleh Batu Love Garden (Jatim Park), yang membuka jalur distribusi langsung ke segmen wisata keluarga orang tua yang mengunjungi Jatim Park adalah persis profil konsumen BOUMI: sadar kualitas, peduli produk untuk anak. Pilar Government hadir melalui BMU UB sebagai Brawijaya Multi Usaha yang merancang model revenue sharing antara UB, mitra industri, dan peneliti, menjaga keberlanjutan ekosistem inovasi dari waktu ke waktu.

Adapun pilar Media berperan memperluas jangkauan narasi inovasi lokal ini kepada publik yang lebih luas bahwa riset Indonesia mampu melahirkan produk premium berdaya saing global.

“Kami tidak ingin riset kami hanya dibaca, kami ingin riset kami dirasakan,”
pungkasnya.

BOUMI hadir sebagai satu rangkaian lengkap yang menemani anak dari bangun pagi hingga kembali ke
rumah setelah beraktivitas. Lini pertamanya mencakup tujuh produk: Unbelie Bubble Natural Shampoo
dengan kandungan Camellia Sinensis dan botanical extract beraroma bubblegum; Bubble Pop Natural Body
Wash dengan ekstrak chamomile dan calendula beraroma herbal citrus; Hi-To-Go Sun Protector SPF 30+berbasis inovasi stigma silk dengan aroma lavender; Spring Daze Cologne dari minyak atsiri jeruk yang tahan hingga tiga jam; Mossy Body Spray, pelindung dari gigitan nyamuk berbasis eucalyptus oil dan lavender; Bibble Babble Hand Wash dengan pro-vitamin B5 dan citrus oil; serta Peppy Pomade dengan
argan oil untuk menata rambut anak sebelum beraktivitas.