Reportasemalang — Universitas Brawijaya (UB) memperketat sistem pengawasan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) Tahun 2026 guna meminimalkan potensi kecurangan. Selain menyiapkan infrastruktur, pengawasan dilakukan secara berlapis dengan dukungan teknologi dan prosedur operasional standar (SOP) yang ketat.
Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers UTBK-SNBT UB yang diikuti 16.225 peserta, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, sistem pengawasan tahun ini diperketat dibandingkan tahun sebelumnya dengan mengombinasikan pengawasan langsung oleh petugas dan teknologi. Selain itu, UB juga menurunkan sembilan tim monitoring dan evaluasi (monev) untuk memantau jalannya ujian.
“Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi kecurangan tanpa mengurangi kenyamanan peserta,” ujarnya.
Menurut Imam, panitia pusat di tingkat nasional juga telah mengantisipasi berbagai potensi kecurangan, termasuk memastikan sistem jaringan tidak dapat diakses dari luar kampus. Seluruh sistem dibuat tertutup guna mencegah intervensi eksternal.
Selain pengamanan sistem, UB juga melakukan pemeriksaan ketat terhadap peserta. Pemeriksaan tidak hanya menggunakan metal detector, tetapi juga dilakukan secara detail untuk memastikan tidak ada perangkat atau aksesori yang berpotensi digunakan untuk kecurangan.
“Seluruh peserta diperiksa secara menyeluruh, termasuk pakaian dan aksesori. Pemeriksaan juga dilakukan oleh petugas sesuai standar, termasuk pengawas perempuan untuk peserta perempuan,” jelasnya.
UB juga menerapkan SOP khusus terkait keamanan perangkat dan jaringan. Seluruh komputer yang digunakan telah melalui proses pengecekan untuk memastikan dalam kondisi steril. Selain itu, jaringan selama pelaksanaan UTBK diisolasi agar tidak terjadi gangguan.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, UB memberlakukan kebijakan pembatasan penggunaan jaringan di luar kepentingan UTBK selama ujian berlangsung.
“Semua langkah ini kami lakukan agar pelaksanaan UTBK berjalan lancar, aman, dan bebas dari kecurangan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) Tahun 2026 di Universitas Brawijaya (UB) diikuti 16.225 peserta. Ujian dilaksanakan selama enam hari (21-26/4/2026), yang dibagi dalam sebelas sesi, di mana UB menyiapkan 67 ruangan yang tersebar di 16 fakultas dan Laboratorium Komputer Direktorat Teknologi Informasi (DTI), dengan dukungan 1.540 komputer dan 165 komputer cadangan.