12 Oktober 2026

Polinema Pasang Panel Listrik untuk Dukung Pengembangan Masjid Sabilissalam Malang

Polinema Pasang Panel Listrik untuk Dukung Pengembangan Masjid Sabilissalam Malang
Realisasi PHB terpasang: (a) tampilan luar dengan lampu indikator; (b) perangkat pemutus modular dan terminal/busbar internal.

Bagikan :

Reportasemalang – Pengembangan fasilitas Masjid Sabilissalam Malang, khususnya pada lantai dua, mendapat dukungan dari Politeknik Negeri Malang (Polinema) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Dukungan tersebut diwujudkan melalui implementasi Panel Hubung Bagi (PHB) daya listrik untuk membantu menata distribusi tenaga listrik pada bangunan masjid yang terdiri atas dua lantai.

Panel distribusi tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan penerangan, stopkontak, serta berbagai peralatan pendukung lainnya. Penataan sistem distribusi diharapkan membuat pembagian daya listrik di Masjid Sabilissalam menjadi lebih terstruktur.

Kegiatan PKM ini dipimpin Yoyok Heru Prasetyo Isnomo dengan melibatkan Rachmad Saptono, M. Nanak Zakaria, Kristina Widjajanti, Ahmad Wilda Yulianto, dan Muhammad Syirajuddin S.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan survei lapangan untuk melihat kondisi dan kebutuhan instalasi listrik. Tim kemudian melakukan penelaahan diagram kontrol dan denah instalasi, pengelompokan penghantar, perakitan panel modular, hingga mengintegrasikan pekerjaan instalasi dengan proses konstruksi bangunan.

Selain pemasangan perangkat, tim Polinema juga memberikan pendampingan awal kepada pengurus atau takmir Masjid Sabilissalam sebagai mitra penerima manfaat.

Pendampingan tersebut diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai fungsi panel distribusi sekaligus pentingnya pemeliharaan instalasi listrik secara berkala.

Kondisi pembangunan Masjid Sabilissalam dan instalasi kabel yang belum terintegrasi ke panel distribusi.

Ketua PKM, Yoyok Heru Prasetyo Isnomo, menjelaskan bahwa dokumentasi pelaksanaan menunjukkan tahapan pekerjaan mulai dari penataan kabel hingga perakitan awal panel.

Dokumentasi lanjutan berupa foto dan video berdurasi sekitar 91 detik juga memperlihatkan boks PHB telah terpasang pada dinding. Panel tersebut dilengkapi perangkat proteksi modular dan terminal distribusi, dengan indikator panel terlihat menyala saat demonstrasi.

Dukungan Polinema tersebut juga ditandai dengan penyerahan aset kepada Takmir Masjid Sabilissalam Malang.

Berdasarkan berita acara tertanggal 17 Juli 2026, satu set Panel Hubung Bagi diserahkan kepada pihak masjid dengan nilai aset sebesar Rp6.820.000.

Panel tersebut memiliki spesifikasi sistem tiga fasa dengan tegangan 380/220 volt, frekuensi 50 Hz, dan kapasitas minimal 63 ampere.

“Realisasi pemasangan dan penyerahan aset tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan fasilitas masjid. Keberadaan panel distribusi diharapkan dapat membantu penataan pembagian daya listrik agar kebutuhan penerangan, stopkontak, dan peralatan pendukung pada kedua lantai dapat dikelola secara lebih terstruktur,” ujar Yoyok.

Meski panel telah dipasang dan diserahkan, aspek keselamatan dan keandalan instalasi tetap menjadi perhatian. Karena itu, diperlukan verifikasi teknis lanjutan untuk memastikan seluruh sistem dapat berfungsi secara aman.

Pemeriksaan tersebut meliputi uji kontinuitas konduktor proteksi, pengukuran tahanan isolasi, pemeriksaan sistem pembumian, pengujian fungsi perangkat pengaman, hingga pengujian pengoperasian instalasi saat berbeban.

Selain pengujian teknis, tindak lanjut kegiatan juga mencakup penyusunan gambar instalasi sesuai kondisi terpasang atau as-built drawing. Tim juga mendorong penyediaan standar operasional prosedur (SOP) pemeliharaan serta evaluasi kompetensi mitra dalam mengelola fasilitas kelistrikan.

Langkah tersebut dinilai penting agar keberadaan panel distribusi tidak hanya mendukung kebutuhan listrik masjid, tetapi juga ditunjang dokumentasi teknis dan prosedur pemeliharaan yang memadai.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Polinema berharap pengembangan fasilitas Masjid Sabilissalam Malang dapat berjalan lebih optimal. Tidak hanya dari sisi ketersediaan sarana kelistrikan, tetapi juga melalui pengelolaan instalasi yang terencana, terdokumentasi, dan mengutamakan keselamatan pengguna.