Reportasemalang — Tahu tak lagi sekadar dijual sebagai bahan pangan konvensional. Melalui pendampingan yang dilakukan Politeknik Negeri Malang (Polinema), pelaku UMKM di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, didorong mengolah tahu menjadi produk inovatif berupa rolade yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Pendampingan pengembangan produk rolade tahu tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Polinema pada 24 September 2026. Program ini diikuti 10 pelaku UMKM Desa Tulusbesar dan didanai melalui DIPA Polinema Tahun 2026.
Program yang diketuai Nadia Hanayeen, S.Pd., M.Ed. tersebut melibatkan tim dosen Jurusan Administrasi Niaga serta lima mahasiswa dari program studi Bahasa Inggris untuk Industri Pariwisata dan Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional.
Pendampingan ini berangkat dari persoalan yang selama ini dihadapi pelaku UMKM pengolah tahu di Desa Tulusbesar. Produk tahu masih banyak dipasarkan secara konvensional sehingga nilai tambahnya relatif terbatas.
Selain itu, pelaku usaha menghadapi kendala dalam pengembangan variasi produk, konsistensi resep dan prosedur produksi, hingga aspek kemasan serta pelabelan.
Melalui program tersebut, tim Polinema memperkenalkan rolade tahu sebagai alternatif diversifikasi olahan pangan lokal. Produk ini dinilai memiliki peluang pasar karena dapat dikembangkan dalam berbagai varian rasa dan isian, baik sebagai makanan siap santap maupun produk beku.
Dua varian yang diperkenalkan yakni rolade tahu sayur dan rolade tahu ayam. Produk dapat diolah dengan cara dikukus maupun digoreng sesuai kebutuhan konsumen.
Pendampingan dilakukan dengan metode partisipatif. Peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan materi, tetapi juga mengikuti demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan evaluasi.
Materi yang diberikan mencakup pemilihan bahan baku, formulasi resep, penggunaan bahan pengikat dan bumbu, pembuatan kulit pembungkus, teknik menggulung, pengukusan, pemotongan, hingga penyajian.
Aspek higiene dan sanitasi juga menjadi perhatian. Peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan selama proses produksi guna mempertahankan mutu dan keamanan pangan.
Setelah mengikuti demonstrasi, peserta kemudian mempraktikkan pembuatan rolade tahu secara berkelompok. Mereka menggunakan sejumlah variasi isian, seperti wortel, kacang polong, dan daun bawang.
Peserta juga diberikan ruang untuk mengeksplorasi rasa, bentuk, ukuran, serta tampilan produk agar dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan konsumen.

Tak berhenti pada kemampuan produksi, pendampingan juga menyentuh aspek bisnis. Tim Polinema memberikan materi mengenai perhitungan kalori sederhana untuk varian vegetarian dan nonvegetarian, serta pengemasan dan pelabelan produk.
Untuk mendukung pemasaran, peserta diperkenalkan dengan penggunaan kemasan thinwall yang dapat digunakan untuk produk siap santap maupun produk beku. Informasi penting pada label juga dijelaskan, antara lain nama produk, komposisi, berat bersih, tanggal produksi, dan masa simpan.
Pengetahuan Peserta Meningkat
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti program pendampingan.
Nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 55 pada pre-test menjadi 85 pada post-test. Artinya, terjadi peningkatan sebesar 30 poin.
Sementara itu, kemampuan peserta dalam mempraktikkan pembuatan rolade tahu secara mandiri juga mengalami peningkatan. Sebelum kegiatan, hanya 30 persen peserta yang mampu melakukan praktik secara mandiri. Setelah pendampingan, angkanya meningkat menjadi 80 persen.
Dari 10 peserta, delapan di antaranya tercatat mampu mengikuti tahapan pembuatan rolade tahu dengan baik.
Dalam sesi diskusi, peserta juga mengungkapkan bahwa biaya produksi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan untuk menentukan harga jual produk.
Tim Polinema kemudian memberikan arahan agar formulasi, ukuran, bahan isian, hingga harga jual disesuaikan dengan target pasar. Untuk konsumen anak sekolah, misalnya, pelaku UMKM dapat mengembangkan formulasi yang lebih ekonomis dengan tetap memperhatikan cita rasa, kebersihan, dan mutu.
Melalui pendampingan tersebut, Polinema berharap pelaku UMKM Desa Tulusbesar tidak hanya mampu menghasilkan produk olahan tahu yang lebih beragam, tetapi juga memiliki kemampuan menjaga konsistensi kualitas dan mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar.
Inovasi rolade tahu diharapkan menjadi salah satu peluang usaha baru yang mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus mendukung penguatan ekonomi masyarakat Desa Tulusbesar.


