Reportasemalang – Politeknik Negeri Malang (Polinema) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, melakukan diversifikasi produk pangan berbasis bahan baku lokal.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) berupa pendampingan pengolahan tahu menjadi nugget tahu sebagai produk olahan siap saji. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Tulusbesar, Sabtu (26/9/2026).
Pendampingan diikuti 10 peserta yang merupakan mitra dan pelaku usaha Home Industri Mekar Jaya. Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengembangkan tahu menjadi produk pangan yang lebih inovatif, menarik, dan memiliki potensi nilai jual lebih tinggi.
Desa Tulusbesar memiliki potensi pengembangan usaha pangan berbasis bahan baku lokal. Salah satunya tahu yang selama ini lebih banyak dipasarkan dalam bentuk produk konvensional.
Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk melakukan inovasi agar tidak hanya bergantung pada penjualan tahu dalam bentuk awal. Diversifikasi menjadi produk olahan siap saji dinilai dapat memperluas pilihan produk sekaligus menjangkau kebutuhan konsumen yang menginginkan makanan praktis.
Ketua Tim PPM Polinema, Prima Beauty Kartikasari, S.Pd., M.A., mengatakan pengolahan tahu menjadi nugget merupakan salah satu upaya meningkatkan nilai tambah bahan pangan lokal.
“Diversifikasi tahu menjadi nugget merupakan salah satu upaya kami untuk membantu UMKM mengembangkan bahan pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Melalui pendampingan ini, kami berharap mitra tidak hanya mampu membuat nugget tahu, tetapi juga dapat menerapkan keterampilan tersebut secara berkelanjutan dan mengembangkannya sebagai peluang usaha yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar Prima.

Kegiatan pendampingan dilakukan melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, dan evaluasi.
Peserta diperkenalkan pada konsep diversifikasi produk pangan serta peluang pengembangan tahu menjadi nugget. Materi yang diberikan meliputi pengenalan bahan dan bumbu, tahapan pengolahan, teknik pembentukan produk, hingga proses pemasakan untuk menghasilkan nugget tahu dengan cita rasa dan tampilan yang menarik.
Melalui praktik langsung, peserta dapat memahami tahapan pembuatan nugget tahu secara lebih terstruktur. Pendampingan juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan selama proses produksi, memilih bahan baku yang sesuai, serta menjaga konsistensi rasa, bentuk, dan kualitas produk.
Aspek tersebut dinilai penting agar produk olahan yang dihasilkan memiliki kualitas yang dapat diterima konsumen dan dikembangkan menjadi peluang usaha.
Tidak berhenti pada proses produksi, tim PPM Polinema juga mendorong peserta memperhatikan aspek penyajian, pengemasan, dan pemasaran.
Nugget tahu dapat dipasarkan sebagai makanan siap santap maupun dikembangkan sebagai produk siap olah. Pilihan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen serta kemampuan produksi masing-masing pelaku usaha.
Dengan diversifikasi tersebut, pelaku UMKM diharapkan memiliki lebih banyak pilihan produk untuk ditawarkan kepada konsumen sekaligus meningkatkan daya saing usaha.
Program PPM tersebut diketuai Prima Beauty Kartikasari, S.Pd., M.A., dengan anggota Nadia Hanayeen, S.Pd., M.Ed.; Alvin Nouval, S.Pd., M.A.; Titien Indrianti, S.Pd., M.Pd.; Af’idatul Husniyah, S.Pd., M.Sc., Ph.D.; dan Galuh Zuhria Kautzar, S.T., M.T.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi sivitas akademika Polinema dalam mendukung penguatan kapasitas UMKM sekaligus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat desa.
Evaluasi dilakukan untuk melihat pemahaman dan keterampilan peserta setelah mengikuti rangkaian pendampingan. Hasil evaluasi keterampilan juga dapat menjadi dasar bagi pengembangan program berikutnya, terutama untuk memastikan peserta mampu menerapkan proses produksi secara mandiri.
Melalui pendampingan tersebut, Polinema berupaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong inovasi produk pangan berbasis potensi lokal.
Diversifikasi tahu menjadi nugget tahu diharapkan menjadi langkah awal bagi UMKM Desa Tulusbesar untuk memperluas variasi produk, meningkatkan nilai tambah bahan baku, serta membuka peluang usaha yang lebih kompetitif.


