Reportasemalang – Upaya meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus dilakukan Politeknik Negeri Malang (Polinema). Kali ini, tim pengabdian masyarakat Polinema mendampingi UMKM bakpia di kawasan Bandulan, Kota Malang, melalui hibah mesin produksi modern, pelatihan higienitas, hingga pembaruan desain kemasan.
Program ini menyasar UMKM Mbak Pia Omah Kais untuk meningkatkan efisiensi produksi, menjaga kualitas pangan, dan memperkuat daya tarik produk di pasaran.
Pendampingan tersebut berfokus pada tiga aspek utama, yakni peningkatan kebersihan dan penjaminan mutu, penerapan teknologi produksi beserta standar operasional prosedur (SOP), serta pengembangan kemasan dan strategi pemasaran.
Mesin Modern Bikin Produksi Lebih Efisien
Salah satu bentuk dukungan Polinema adalah hibah mesin dough divider-rounder untuk membantu proses pembagian dan pembulatan adonan, serta mesin pengemasan semiotomatis.
Sebelumnya, proses penimbangan dan pembagian adonan dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Dengan teknologi baru, proses tersebut diharapkan berlangsung lebih cepat dengan ukuran dan berat adonan yang lebih konsisten.
Penggunaan mesin pengemasan juga diarahkan untuk menghasilkan kemasan yang lebih rapi dan higienis. Proses pengemasan yang lebih baik berpotensi membantu menjaga kualitas produk dan memperpanjang masa simpannya, bergantung pada karakteristik produk serta efektivitas sistem pengemasan yang diterapkan.
Untuk mendukung pemanfaatan teknologi tersebut, tim pengabdian turut menyusun SOP teknis pengoperasian dan pembersihan mesin. Panduan ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan kerja serta menjaga konsistensi kualitas produk.
Dengan adanya SOP, pekerja memiliki acuan yang jelas dalam menjalankan proses produksi, termasuk ketika membersihkan peralatan setelah digunakan.

Pekerja Dibekali Pengetahuan Higienitas Pangan
Selain meningkatkan efisiensi produksi, tim Polinema memberikan pelatihan kebersihan dan penjaminan mutu kepada para pekerja.
Pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi dan praktik langsung mengenai pentingnya menjaga higienitas ruang produksi, membersihkan peralatan, menggunakan alat pelindung diri (APD), serta mencegah kontaminasi selama proses pembuatan bakpia.
Edukasi ini menjadi bagian penting untuk menjaga keamanan pangan sekaligus memastikan kualitas produk tetap konsisten.
Penerapan kebersihan yang baik juga diharapkan membangun kebiasaan kerja yang lebih teratur, sehingga proses produksi tidak hanya mengutamakan kuantitas, tetapi juga memperhatikan mutu dan keamanan produk yang dipasarkan.
Kemasan Bakpia Diubah, Kapasitas Jadi 10 Butir
Pembenahan juga menyentuh aspek pemasaran melalui pelatihan strategi pemasaran dan pemasaran digital (digital marketing).
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mendesain ulang kemasan produk Mbak Pia Omah Kais. Kemasan sebelumnya yang menampung sekitar 6–8 butir bakpia diubah menjadi kotak berbentuk memanjang dengan kapasitas 10 butir.
Desain baru tersebut membuat penataan bakpia terlihat lebih rapi dan menarik. Perubahan kemasan diharapkan dapat meningkatkan nilai estetika produk sekaligus memperkuat daya tariknya di mata konsumen.
Pembaruan ini menjadi bagian dari upaya membangun identitas produk agar lebih kompetitif, terutama ketika dipasarkan kepada konsumen yang semakin memperhatikan tampilan dan kualitas kemasan.
Melalui pelatihan pemasaran digital, mitra juga diharapkan mampu memperluas promosi produk dan menjangkau calon pembeli di luar pasar yang selama ini dilayani.
Polinema Siapkan Monitoring dan Evaluasi
Tim pengabdian masyarakat Polinema berencana melanjutkan program dengan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala selama beberapa bulan ke depan.
Evaluasi akan mencakup penerapan standar higienitas, efektivitas penggunaan mesin dan SOP dalam kegiatan produksi sehari-hari, serta respons pasar terhadap desain kemasan baru.
Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui sejauh mana teknologi dan pendampingan yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh mitra.
Melalui integrasi teknologi tepat guna, peningkatan keterampilan pekerja, dan pembenahan pemasaran, Polinema berharap UMKM Mbak Pia Omah Kais dapat meningkatkan kapasitas produksi, menjaga konsistensi mutu, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat kemandirian ekonomi usaha.
Program ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM dalam mendorong pengembangan usaha lokal agar semakin produktif dan berdaya saing.


