3 Oktober 2026

Silver Reunion Dempo Angkatan 2001: Alumni Kembali untuk Berbagi dan Berdampak

Silver Reunion Dempo Angkatan 2001: Alumni Kembali untuk Berbagi dan Berdampak
Ketua Panitia 25th Silver Reunion Alumni Dempo angkatan 2001, Erick Richardo menyerahkan bantuan kepada penerima manfaat

Bagikan :

Reportasemalang, MALANG – Dua puluh lima tahun setelah meninggalkan bangku sekolah, Alumni Dempo angkatan 2001 kembali ke sekolah bukan sekadar untuk bernostalgia. Melalui Silver Reunion 25 Tahun, para alumni memilih merayakan seperempat abad kelulusan dengan berbagi kepada masyarakat, memberikan apresiasi kepada guru, serta menyumbangkan fasilitas olahraga untuk sekolah.

Mengusung tema “Reconnecting, Contributing, and Impacting”, rangkaian Silver Reunion Alumni Dempo 2001 dirancang sebagai momentum untuk kembali terhubung, memberikan kontribusi, dan menghadirkan dampak nyata bagi sekolah maupun masyarakat.

Ketua Panitia 25th Silver Reunion Alumni Dempo angkatan 2001, Erick Richardo, mengatakan reuni tersebut menjadi momentum bagi para alumni untuk kembali ke sekolah setelah 25 tahun berpisah.

“Ini sebenarnya acara reuni, reuni 25 tahun, reuni perak. Jadi, kembali setelah kita lulus di tahun 2001, kita kembali ke sekolah di tahun 2026 ini,” ujar Erick.

Rangkaian kegiatan digelar dalam sejumlah agenda, mulai 3 Oktober hingga puncak reuni akbar pada 10 Oktober 2026.

Salah satu kegiatan utama adalah “Dempo Berbagi”, yakni aksi sosial yang menyasar masyarakat di 11 kelurahan di wilayah Kecamatan Klojen, Kota Malang. Bersama pihak sekolah, para alumni menyalurkan sekitar 600 paket sembako kepada warga yang membutuhkan, termasuk penyandang disabilitas.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Malang melalui Kecamatan Klojen dan Puskesos.

“Bersama sekolah, kita mau coba berdampak buat masyarakat sekitar. Kita membagikan 600 paket sembako kepada warga di 11 kelurahan, khususnya di lingkungan Dempo di Kecamatan Klojen,” kata Erick.

Setiap paket bantuan berisi sejumlah kebutuhan pokok, di antaranya beras 5 kilogram dan minyak.

Foto bersama panitia 25th Silver Reunion Alumni Dempo angkatan 2001 dengan perwakilan penerima bantuan

Apresiasi untuk Guru dan Karyawan

Tidak hanya menyentuh masyarakat, perhatian alumni juga diarahkan kepada orang-orang yang pernah mendampingi perjalanan pendidikan mereka.

Sekitar 50 guru dan karyawan, baik yang masih aktif maupun telah purnatugas, mendapatkan apresiasi dari Alumni Dempo 2001. Penghargaan tersebut menjadi bentuk terima kasih atas peran mereka selama para alumni menempuh pendidikan di sekolah.

Semangat memberi juga diwujudkan melalui sumbangan fasilitas olahraga. Alumni Dempo 2001 meresmikan ring basket berstandar FIBA yang diberikan kepada sekolah.

Erick mengatakan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung perkembangan olahraga basket sekaligus mendorong siswa untuk meneruskan prestasi yang pernah ditorehkan generasi sebelumnya.

“Ring basket yang sangat proper dengan standar FIBA yang sangat baik, kita coba berikan ke sekolah untuk kembali menyemangati adik-adik kita untuk menjadi pemain basket yang baik,” tuturnya.

Kontribusi tersebut kemudian dipadukan dengan semangat nostalgia melalui reunion match. Para alumni yang dahulu pernah mengukir prestasi di cabang olahraga basket kembali turun ke lapangan dan berhadapan dengan pemain basket Dempo dari generasi saat ini.

Alumni Tersebar hingga Luar Negeri

Silver Reunion ini juga menjadi momentum mempertemukan kembali alumni yang selama 25 tahun menjalani perjalanan masing-masing.

Erick menyebut Alumni Dempo angkatan 2001 berjumlah hampir 500 orang. Mereka kini tersebar di berbagai kota dan pulau di Indonesia, bahkan sejumlah negara di luar negeri.

“Jumlah alumni 2001 hampir 500 orang. Tersebar di banyak kota, banyak pulau, dan banyak juga yang di luar negeri,” ujarnya.

Sebagian alumni dari luar kota dan luar negeri turut menyempatkan diri hadir dalam rangkaian Silver Reunion tersebut.

Kegiatan kemudian berlanjut pada 9 Oktober 2026 melalui agenda “Alumni Berbagi”. Dalam kegiatan ini, para alumni akan berbagi pengetahuan dan pengalaman sekaligus memberikan pengajaran kepada adik-adik kelas.

Sementara itu, reuni akbar Alumni Dempo 2001 dijadwalkan berlangsung pada 10 Oktober 2026 sebagai puncak rangkaian perayaan 25 tahun kelulusan.

Erick menegaskan Silver Reunion bukan agenda yang akan digelar setiap tahun dalam skala yang sama. Para alumni tetap memiliki kegiatan berkumpul tahunan, tetapi reuni besar berikutnya baru akan digelar 25 tahun mendatang.

“Acara besar nanti akan terjadi 25 tahun lagi. Kita tunggu reuni 50 tahun berikutnya. Kita berdoa semua diberikan sehat, panjang umur,” katanya.

Bagi Alumni Dempo 2001, seperempat abad kelulusan bukan hanya tentang mengingat kembali masa sekolah. Silver Reunion menjadi ruang untuk menyambung kembali persahabatan, menghargai guru, memperkuat hubungan dengan sekolah, sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat.