20 Juli 2026

Polinema Gelar Immersion Camp 2026, Mahasiswa dari Tiga Negara Belajar Teknologi Tepat Guna dan Budaya Indonesia

Bagikan :

Reportasemalang – Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali mempertegas komitmennya dalam mewujudkan pendidikan vokasi bertaraf internasional melalui Polinema International Experiential Learning and Cultural Immersion (Immersion Camp) 2026. Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi global, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta pengalaman belajar langsung yang mendukung kesiapan menghadapi dunia kerja dan pendidikan internasional.

Sebanyak 61 peserta mengikuti program tersebut. Sekitar 90 persen merupakan mahasiswa internasional yang berasal dari sembilan perguruan tinggi di Malaysia, Thailand, dan China, di antaranya Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), King Mongkut’s University of Technology, serta Shandong University of Science and Technology (SDUST), China. Kegiatan ini didanai sepenuhnya oleh Polinema sebagai sponsor utama.

Selama mengikuti Immersion Camp, peserta memperoleh pembekalan mengenai komunikasi internasional, kepemimpinan, kolaborasi tim, pemahaman budaya, hingga pengembangan karakter. Materi tersebut dipersiapkan sebagai bekal untuk mengikuti berbagai program internasional seperti student exchange, joint degree, internship, maupun international class yang dikembangkan Polinema melalui jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi dan industri di berbagai negara.

Proses pembelajaran dikemas secara interaktif melalui diskusi kelompok, simulasi komunikasi lintas budaya, permainan kolaboratif, presentasi, hingga sesi berbagi pengalaman bersama akademisi dan praktisi berpengalaman di tingkat internasional.

Selain meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, peserta juga didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, beradaptasi dengan keberagaman budaya, meningkatkan kreativitas, serta menyelesaikan permasalahan secara kolaboratif. Kompetensi tersebut dinilai menjadi modal penting bagi lulusan pendidikan vokasi agar mampu bersaing di tingkat global.

Tak hanya berfokus pada aspek akademik, Immersion Camp juga menjadi sarana memperluas jejaring internasional dan memperkenalkan berbagai peluang kerja sama pendidikan yang dimiliki Polinema.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan peserta di Balai Kota Malang oleh Pemerintah Kota Malang, Senin (22/6/2026). Para mahasiswa lintas negara diajak mengenal potensi wisata, budaya, hingga kuliner khas Kota Malang.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, mengapresiasi penyelenggaraan program tahunan tersebut.

“Ini merupakan kegiatan yang sangat baik. Selain memperkuat aspek akademik, para peserta juga akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Tentu hal ini sangat bermanfaat dan kami menyambut baik program ini,” ujarnya.

Wakil Direktur I Bidang Akademik Polinema, Prof. Ir. Ratih Indri Hapsari, S.T., M.T., Ph.D., IPM, menjelaskan bahwa Immersion Camp merupakan implementasi pengabdian kepada masyarakat sekaligus hasil kolaborasi penelitian bersama mitra internasional.

Menurutnya, kegiatan ini memadukan pembelajaran akademik dengan pengalaman langsung di lapangan.

“Selain menerapkan ilmu yang diperoleh di kelas, mahasiswa Indonesia dan luar negeri juga saling bertukar pengetahuan mengenai penerapan teknologi tepat guna,” katanya.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh peserta mendapatkan pembekalan mengenai energi terbarukan, penyediaan air bersih, dan penghijauan. Selanjutnya, mereka merakit perangkat teknologi tersebut di laboratorium Polinema sebelum dipasang di kawasan wisata Sumberingin, Desa Wringinsongo.

Program ini juga menjadi media bagi mahasiswa asing untuk mengenal kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia. Mereka diajak memahami bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari teknologi yang kompleks, melainkan dapat tumbuh dari desa melalui pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

Melalui Immersion Camp 2026, Polinema berharap peserta memperoleh pengalaman belajar yang berkesan, memperluas wawasan internasional, serta meningkatkan motivasi untuk mengembangkan kompetensi diri sehingga mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun global.