4 Juni 2026

Manfaatkan Aset, UM Resmikan Hotel Bachtiar

Manfaatkan Aset, UM Resmikan Hotel Bachtiar
Rektor UM meresmikan Hotel Bachtiar

Bagikan :

Reportasemalang – Universitas Negeri Malang (UM) meresmikan Hotel Bachtiar, sebuah unit usaha UM yang dibangun dengan konsep pemanfaatan aset berbasis pelestarian nilai sejarah. Sekaligus penguatan kemandirian finansial perguruan tinggi.

Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd, menjelaskan, penamaan Hotel Bachtiar merupakan bentuk penghargaan terhadap Prof. A.S. Adam Bachtiar Rektor pertama UM yang pada saat itu masih bernama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru. Adam Bachtiar juga dikenal sebagai kartografer pertama di Indonesia.

“Ke depan, kami ingin gedung-gedung yang dimiliki UM menggunakan nama tokoh-tokoh UM yang berjasa, khususnya bagi kualitas dan eksistensi institusi,” ujarnya.

Ia menambahkan, bangunan hotel ini berdiri di kawasan yang termasuk cagar budaya, sehingga renovasi dilakukan secara terbatas. UM hanya melakukan pemolesan pada bangunan lama tanpa perubahan signifikan, sementara pengembangan dilakukan pada area luar bangunan lama.

“Kami berupaya memadukan nilai lama dengan nilai modern agar terjadi kesinambungan, bukan keterputusan,” tegasnya.

Rektor UM memberikan sambutan

Menurut Prof. Hariyono, pembangunan Hotel Bachtiar juga merupakan bagian dari strategi UM sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dalam memperkuat kemandirian finansial. Optimalisasi aset kampus dinilai penting agar biaya operasional tidak sepenuhnya dibebankan kepada mahasiswa dan orang tua.

“UKT tidak boleh dinaikkan, sementara tuntutan peningkatan pembelajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga peran internasional membutuhkan anggaran besar. Maka pemanfaatan aset menjadi keniscayaan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor UM, Prof. Dr. Puji Handayati, menyampaikan bahwa Hotel Bachtiar tidak hanya berfungsi sebagai unit bisnis, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa Program Studi Pariwisata.

“Fasilitas ini memiliki ruang pertemuan dan 32 kamar tidur dengan kamar mandi dalam. Kemanfaatannya diharapkan dirasakan tidak hanya oleh sivitas akademika, tetapi juga masyarakat umum,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Direktur Sarana, Prasarana, dan Aset UM, Prof. Dr. Sunaryono, menjelaskan bahwa bangunan tersebut sebelumnya dikenal sebagai Wisma Ringgit. Atas usulan rektor, namanya diubah menjadi Hotel Bahtiar agar lebih mudah dikenal publik.

“Konsepnya memang untuk meningkatkan income generating. Ada dua bangunan lama yang disatukan, dengan tetap mempertahankan struktur utama. Renovasi difokuskan pada atap dan penyesuaian interior,” katanya.

Hotel Bachtiar memiliki total 32 kamar dengan 4 kamar VIP yang dilengkapi balkon. Secara klasifikasi, hotel ini diproyeksikan setara dengan hotel bintang dua, dengan fasilitas utama berupa kamar, restoran, dan ruang pertemuan.