5 Mei 2026

UM Gelar Kuliah Kebangsaan, Dorong Mahasiswa Jadi Pemimpin Inovatif di Era Digital

UM Gelar Kuliah Kebangsaan, Dorong Mahasiswa Jadi Pemimpin Inovatif di Era Digital
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., membuka acara Kuliah Kebangsaan

Bagikan :

Reportasemalang – Universitas Negeri Malang (UM) kembali menggelar Kuliah Kebangsaan bertajuk “Berani Berinovasi, Berani Memimpin” di Gedung GKB A20, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan akademisi dan legislatif untuk mendorong lahirnya pemimpin muda yang adaptif di era digital.

Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menanamkan komitmen kebangsaan kepada mahasiswa. Ia menyebut kebangsaan bukan sekadar warisan teritorial atau biologis, melainkan warisan intelektual yang dibangun oleh para pendiri bangsa.

“Kebangsaan adalah hasil dari pemikiran dan pengetahuan. Karena itu, dalam membangun bangsa ke depan, pemimpin harus mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak lepas dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik di bidang militer, ekonomi, maupun pertanian. Namun, ia menekankan bahwa persatuan dan inovasi harus berjalan beriringan dengan nilai moral.

“Persatuan saja tidak cukup tanpa kreativitas dan inovasi. Tapi, IPTEK juga harus dilandasi nilai moral. Pemimpin sejati bukan hanya berani secara fisik, tetapi memiliki keberanian moral,” tegasnya.

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jawa Timur, Deni Wicaksono, S.Sos.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jawa Timur, Deni Wicaksono, S.Sos., mengajak mahasiswa untuk memahami sistem pemerintahan sekaligus berperan aktif sebagai pengontrol kebijakan publik.

Ia menilai, di era digital, ruang kritik semakin terbuka luas, termasuk melalui media sosial yang kini dapat menjadi “parlemen” baru bagi generasi muda.

“Dulu dikenal parlemen jalanan, sekarang bisa menjadi parlemen media sosial. Mahasiswa bisa menjadi penyeimbang bagi legislatif dan eksekutif,” katanya.

Meski demikian, Deni mengingatkan pentingnya menjaga kualitas informasi agar tidak terjebak dalam penyebaran hoaks. Ia juga mengapresiasi kampus yang membuka ruang diskusi dengan berbagai pihak sebagai bentuk pendidikan politik yang sehat.

“Dunia akademik harus tetap netral dan berpihak pada kepentingan rakyat. Itu yang menjadi kekuatan utama kampus,” imbuhnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Riskiyana Prihatiningsih, menjelaskan bahwa kuliah kebangsaan ini diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas di UM. Selain Deni Wicaksono, narasumber lain yang hadir adalah dosen UM, Dr. Heni Masruroh, S.Pd, M.Sc., yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Lingkungan, Mitigasi, dan Kebencanaan UM.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang pentingnya kepemimpinan di tengah era disrupsi dan digitalisasi.

“Mahasiswa sebagai generasi digital native memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Kami ingin mereka mulai belajar memimpin sejak sekarang, minimal memimpin diri sendiri,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, UM menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepedulian terhadap bangsa.