Reportasemalang, MALANG – Selama tiga bulan terakhir, Muhammad Rezqi Wahyu Aji Sumarno (27) harus menjalani rangkaian pengobatan yang cukup panjang. Beberapa kali rawat inap dan transfusi darah menjadi bagian dari perawatan yang dibutuhkannya. Di tengah proses tersebut, ia bersyukur karena pelayanan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan lancar.
Rezqi merupakan peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri. Selama menjalani pengobatan, ia telah mendapatkan pelayanan di sejumlah rumah sakit. Kini, ia kembali menjalani perawatan di Rumah Sakit Prasetya Husada.
Menurut Rezqi, pelayanan kesehatan yang diterimanya dapat diakses sesuai prosedur tanpa kendala berarti.
“Untuk rawat inap saya sudah beberapa kali, karena tiga bulan ini saya transfusi. Pernah dirawat di beberapa rumah sakit, dan sekarang saya menjalani perawatan di sini,” ujar Rezqi saat menceritakan pengalamannya.
Dalam perawatan terbaru, Rezqi datang melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan menyampaikan keluhan yang dirasakannya kepada petugas medis. Setelah menjalani pemeriksaan, ia diarahkan untuk mendapatkan transfusi darah sesuai kebutuhan medis.
Pada pagi hari setelah memperoleh pelayanan, Rezqi telah menerima dua kantong darah.
“Kemarin saya lewat IGD, saya jelaskan keluhan-keluhan saya, lalu diarahkan untuk transfusi. Tadi pagi sudah transfusi dua kantong, dan semuanya lancar,” katanya.
Bagi Rezqi, kelancaran pelayanan sejak masuk melalui IGD hingga menjalani transfusi memberikan rasa tenang. Ia menilai proses pemeriksaan hingga tindakan medis yang diterimanya berjalan dengan baik.
“Selama saya masuk dari IGD sampai sekarang menjalani transfusi, tidak ada pengeluaran biaya. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut membuat Rezqi merasakan manfaat JKN, terutama ketika membutuhkan pelayanan kesehatan berulang dalam waktu berdekatan. Dengan adanya jaminan kesehatan, ia dapat lebih fokus menjalani pengobatan tanpa terbebani biaya pelayanan yang harus ditanggung sendiri, sesuai ketentuan program.
Bagi pasien yang membutuhkan perawatan berkelanjutan, kepastian akses pelayanan menjadi hal penting agar pengobatan dapat berlangsung sesuai kebutuhan medis. Hal itu pula yang dirasakan Rezqi selama menjalani rangkaian perawatan dan transfusi darah.
Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, Rezqi tetap mengikuti arahan tenaga kesehatan dan menjalani kontrol sesuai kebutuhan. Ia berharap proses pengobatannya terus berjalan baik dan bersyukur atas kemudahan pelayanan JKN yang diterimanya.
Pengalaman Rezqi menjadi gambaran pentingnya jaminan kesehatan dalam membantu peserta memperoleh pelayanan medis saat dibutuhkan. Dengan mengikuti prosedur yang berlaku, Program JKN diharapkan terus memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat.


